Berita

Nusantara

Emil Ajak Kiai Jabar Kerjasama Bangun Ketahanan Pangan

SELASA, 31 JULI 2018 | 15:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Potensi yang dimiliki pesantren harus dimaksimalkan untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Barat. Sebab, pesantren memiliki banyak lahan kosong dan bisa dimanfaatkan untuk memproduksi barang-barang pangan.  

Begitu kata Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil usai meluncurkan ATM Beras di Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (31/7).

“Para kiai (pesantren) yang punya lahan kosong bisa membuat peternakan lele yang tiap bulan bisa memghasilkan Rp 20 hingga 30 juta," katanya.


Dijelaskan pria yang akrab disapa Emil bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat nantinya akan membeli hasil dari panen yang dihasilkan pesantren tersebut. Sehingga ada hubungan saling menguntungkan, di satu sisi pesantresn untung dan pemerintah daerah bisa memenuhi kebutuhan pangan.

"Jadi pesantren tak usah repot-repot memasarkan," ujarnya seperti diberitakan RMOLJabar.

Walikota Bandung tersebut mengatakan bahwa banyak gagasan yang bisa diterapkan untuk menyejahterakan masyarakat di pedesaan.

Hanya saja, Emil melihat kebanyakan masyarakat banyak yang belum mengetahuinya.

"Tugas pemerintah lah untuk memberikan ide dan gagasan dan menerapkannya di lapangan," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya