Berita

Foto: Net

Nusantara

SKPI: Jangan Biarkan Warga Lombok Menderita

SENIN, 30 JULI 2018 | 14:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gempa susulan masih terus terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang pada Minggu (29/7). Tercatat, hingga Kamis (30/7) pukul 09.00 tadi, sebanyak 276 gempa susulan terjadi.

Intensitas gempa susulan ini mulai membua warga khawatir akan kembali terjadi gempa dahsyat. Selain itu, warga yang belum bisa beraktivitas normal memerlukan banyak bantuan dari masyarakat.  

Sekjen Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Fauzan Rachmansyah menyebut uluran tangan dari semua pihak diperlukan warga Lombok agar dapat bertahan hidup. Salah satu titik gempa yang butuh penanganan khusus adalah di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur.


Fauzan mengatakan ratusan warga di daerah tersebut memerlukan bantuan berupa air bersih, kesehatan, dan bahan makanan untuk bertahan hidup.

“Warga masih trauma, ketakutan gempa susulan, ini masih sering terjadi guncangan. Namun yang jelas, kini obat-obatan, makanan, makanan siap saji, selimut untuk bayi, dan air bersih sangat dibutuhkan warga,” kata Fauzan usai memberikan bantuan, Senin (30/7).

Selain logistik, kebutuhan mendesak lainnya, lanjut dia, yakni alas tidur berupa tikar serta selimut. Begitu juga dengan air bersih dan peralatan mandi serta peralatan untuk membersihkan lokasi gempa.

“Kami memberikan bantuan ratusan paket sembako dan peralatan yang dibutuhkan warga korban gempa Lombok, masih butuh lebih banyak,” kata Fauzan.

Menurut Fauzan, semua pihak harus memastikan tidak akan membiarkan korban gempa kedinginan, ketakutan dan kekurangan bantuan. SKPI akan dengan sigap membantu meringankan penderitaan para korban gempa.

“Jangan biarkan warga Lombok menderita. Semua pihak harus turun membantu korban gempa, saatnya kita bersatu membantu mereka,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fauzan juga meminta kepada pemerintah agar segera mengevakuasi para pendaki Gunung Rinjani, NTB, yang saat ini masih terjebak akibat gempa. Saat ini, masih ada sekitar ratusan pendaki yang terjebak akibat jalur keluar dari Gunung Rinjani terputus oleh gempa. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya