Warga Ibukota kena 'getahnya' atas sejumlah kebijakan untuk menyambut penyelenggaran Asian Games di Jakarta. Bahkan 17.000 siswa dari 34 sekolah di jalur venue dan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat pun akan terkena dampaknya. Mereka diliburkan selama 9 hari.
Kebijakan ini diambil PeÂmerintah Provinsi DKI Jakarta agar mobilitas atlet dan official lancar saat penyelenggaraan Asian Games, 18 Agustus samÂpai 2 September 2018.
Perincian 34 sekolah diliburÂkan itu adalah 9 sekolah berada di kawasan sekitar Wisma Atlet, Kemayoran. Kemudian ada 25 sekolah di lintasan luar tol yang dilalui atlet menuju venue pertandingan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf yaÂkin, meliburkan 34 sekolah saat Asian Games 2018 dapat mengurangi kemacetan di Jakarta.
"Berdasarkan hitungan, lewat kebijakan diliburkannya anak sekolah, bisa mengurangi kemacetan hingga 11,7 persen," kata Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ditegaskannya, libur sekolah ini sangat berpengaruh. KepaÂdatan kendaraan akan berkurang signifikan. Polda Metro Jaya juga sempat melontarkan usulan ini.
"Kami harap seluruh pihak, termasuk masyarakat, juga turut menyukseskan ajang internaÂsional ini," tandasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengungkapkan, sekolah diliburkan pada 20 samÂpai 31 Agustus 2018. Khusus 22 Agustus, sekolah tidak dilÂiburkan karena memang tanggal merah Iduladha.
Meski tidak ada aktivitas belajar mengajar, sekolah akan memberikan tugas untuk siswa.
"Untuk penugasan dan pengÂgantian hari efektif belajar pada sekolah-sekolah terdampak, diatur dan dikoordinasikan masÂing-masing kepala sekolah," ujar Bowo dalam keterangan tertulisnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan keÂbijakan ini untuk memastikan Asian Games berjalan lancar.
Sementara siswa sekolah lain yang tidak terdampak kegiatan Asian Games, masuk seperti biasa. "Siswa sekolah yang tidak di jalur dan rute atlet Asian Games, masuk seperti biasa," tandasnya
Di luar kebijakan soal libur sekolah, Kepala Badan PenÂgelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengakui, dari uji coba tiga keÂbijakan yakni perluasaan sistem Ganjil Genap di jalan arteri, lajur khusus untuk atlet di jalan tol dan arteri dan ketiga buka-tutup pintu tol, semuanya menunjukÂkan hasil positif.
Seluruh pemangku kebiÂjakan, kata Bambang, juga teÂlah melakukan beberapa kali simulasi waktu tempuh atlet serta offisial dari wisma menuju venue. Hasilnya, memenuhi target tidak lebih dari standar waktu tempuh yakni 30 menit.
"Simulasi digelar kembali agar hasilnya lebih baik. Kami sudah sepakat Insyaallah minggu deÂpan simulasi untuk meyakinkan lagi," yakin dia.
Wakil Direktur Lalu LinÂtas Polda Metro Jaya AKBP Nurhandono lebih rinci menÂjelaskan soal ini. Dari simulasi Ditlantas, Jumat (20/7), hasilnya memenuhi target.
Misalnya, perjalanan dari Wisma Atlet Kemayoran menuju Pondok Indah hanya ditempuh sekitar 30 menit dengan jarak 30 kilometer. Sedangkan dari Wisma Atlet Kemayoran ke Cibubur hanya 31 menit dengan jarak 29,41 kilometer.
"Dari Wisma Atlet ke TMII sekitar 25 menit, Wisma Atlet ke Velodrome Rawamangun 17 menit dengan jarak 88 kilometer, Wisma Atlet ke GOR BulunÂgan hanya 21 menit dengan jarak 23,21 kilometer, Wisma Atlet menuju Ancol 14 menit, Wisma Atlet ke Gelora Bung Karno waktu tempuh 24 menit. Semuanya positif. Kita akan simulasi lagi untuk memastikan target dan semoga hasilnya lebih baik," paparnya. ***