Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Hampir Tiga Bulan Warga Tedunan Demak Krisis Air Bersih

SENIN, 30 JULI 2018 | 06:07 WIB | LAPORAN:

Warga Desa Tedunan Kidul Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih selama hampir tiga bulan terakhir.

Warga terpaksa membeli air bersih dari pedagang keliling karena air sumur di rumah mereka tak layak konsumsi.

Salah seorang warga RT 01 RW 003 Desa Tedunan Siti Imroah (68), mengatakan sejak awal musim kemarau, air sumur di rumahnya tak lagi layak konsumsi. Air sumur berwarna kecoklatan disertai bau busuk yang menyengat.


Untuk memenuhi kebutuhan harian terutama kepentingan air minum dan memasak, Siri terpaksa membeli air dari pedagang keliling. Tiap empat jerigen harganya Rp11 ribu. Dalam sehari, air bersih itu habis dipakai janda tua dengan delapan anak ini.

"Kalau air sumur kita pakai untuk mandi dan buang hajat. Itupun hasil diendapkan dulu sehari semalam meski baunya tetap menyengat," kata Siti Imroah seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Minggu (30/7).

Hal serupa juga diungkapkan warga lainnya, Dayati (57). Dalam sehari ia mengeluarkan uang Rp25 ribu untuk membeli 10 jerigen air bersih dari pedagang keliling. Dalam sebulan uang yang dikeluarkan untuk air bersih bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Menurut Damayati kondisi ini terulang terlebih ketika musim kemarau.

"Warga memang andalannya sumur. Kalau musim penghujan kita masih masih bisa pakai itu tapi kemarau kondisinya seperti ini," jelasnya.

Ketua RT Desa Tedunan Kidul, Jumari mengatakan warga sebenarnya sudah berupaya mengajukan ke Pemkab Demak agar jaringan air bersih PDAM masuk ke pemukiman kampung nelayan ini. Sayangnya, hingga kini belum ada realisasi terkait hal itu.

"Kendalanya apa saya juga kurang tahu. Makanya warga berinisiatif mengajukan bantuan droping air kepada pihak lain. Kebetulan hari ini ada droping air bersih dari anggota DPR RI. Kita berterima kasih untuk itu," ungkap Jumari. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya