Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Sandi Ajak Badan Usaha Profesional Kelola Venue Bertaraf Internasional

MINGGU, 29 JULI 2018 | 21:34 WIB | LAPORAN:

Dua venue Asian Games 2018 yakni Velodrom dan Equestrian, menjadi perhatian khusus bagi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Pasalnya, dua venue tersebut merupakan venue kelas dunia dan wajib pihaknya untuk menjaga serta mengelolanya.  

"Tentunya bersama dengan pemerintah pusat juga bahwa velodrom dan equestrian ini adalah dua venue kelas dunia dan jika kita tidak mengelolanya dengan baik kita akan mendapatkan venue ini akan tidak terawat," kata Sandi di Gedung Bappenas, Jakarta, Minggu (29/7).


Sandi menuturkan, pihaknya ingin mendorong hal ini masuk dalam Kemitraan Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengelolaannya.

"Kita akan mengajak para swasta pengusaha badan usaha baik dalam dan luar negeri yang mengerti sekali untuk mengelola venue bertaraf internasional," tuturnya.

Ia melanjutkan, tidak hanya dua venue di daerah kepemimpinannya namun juga venue lain di luar lingkungan Pemprov DKI.  

"Ini yang akan kita pikirkan supaya dampak ekonomi asian games ini bukan hanya pas dalam penyelenggaraan namun juga setelah Asian Games minimal 2019-2020 masih dirasakan dampak ekonomi dari Asian Games ini," papar Sandi. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya