Berita

Foto/Ist

Nusantara

Gernas Jayanesia 2045, Indonesia Jaya Di Satu Abad Merdeka

JUMAT, 27 JULI 2018 | 18:52 WIB | LAPORAN:

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendeklarasi Gerakan Nasional Jayakan Indonesia 2045 (Gernas Jayanesia 2045).

Koordinator Gernas Jayanesia 2045 KAMMI, Arif Satriantoro, mengatakan gerakan ini bertujuan menyadarkan para pemuda serta menumbuhkan semangat pemuda untuk sadar tentang Indonesia Emas di tahun 2045.

"Kita sebagai pemuda punya tanggung jawab menjayakan bangsa di masa depan, pemuda mesti menjadi individu yg unggul di bidang soft skill dan hard skill," kata Arif dalam pesan elektronik, Jumat (27/7).


Terkait bentuk kegiatannya Arif mengungkapkan pihaknya akan mengadakan pelatihan kepada para pemuda di seluruh provinsi dan daerah Indonesia.

"Pelatihan yang dibuat untuk menambah soft skill dan hard skill," ujarnya.

Arif menambahakan agar Gernas Jayanesia 2045 dapat berperan dalam mengembangkan pemuda pemudi Indonesia dibutuhkan kampanye, sosialisasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kebijakan.

Alasan pihaknya memilih tahun 2045 karena di tahun tersebut bertepatan dengan satu abad Indoensia merdeka.

"Pada tahun ini kita harus sudah berjaya, dan menjadi kekuatan yang berpengaruh di dunia dan itu harus disiapkan dari sekarang," ujar Arif.

Acara deklarasi Gernas Jayanesia 2045 ini diadakan di Aula Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis malam (26/7).

Hadir dalam deklarasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno.

Dalam kesempatan itu, Sandi mengapresiasi dan berharap Gernas Jayanesia 2045 dapat bersinergi dengan program OKE OCE yang dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Saya berharap mungkin nanti gerakan ini dapat bersinergi dengan program OKE OCE, karena tulang punggung gerakan ini pemuda kader KAMMI. Ini sangat sesuai dengan program kami yang memang ingin melahirkan pengusaha-pengusahan baru melalui OK OCE," kata Sandi.

"Sekarang kita memasuki bonus demografi. Generasi produktif akan lebih banyak daripada yang non produktif ini sebuah anugerah dan kekayaan yang harus kita kelola dengan baik," tutup Sandi. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya