Masalah kali item melebar ke mana-mana. Bukan hanya disorot warga Ibukota dan media internasional, tapi kini jadi arena saling menyalahkan antara ekseÂkutif dan politisi Kebun Sirih.
Ini bermula dari Kali Sentiong yang berwarna hitam di dekat Wisma Atlet Kemayoran, JaÂkarta Pusat, ditutup pakai waring alias jaring anyaman yang dibuat dari bahan plastik. Cara itu tidak bisa menghilangkan aroma bau busuk.
Kemudian masalah ini disorot media lokal dan media interÂnasional, Channel News Asia mengulas tentang penutupan kali berwarna hitam (item) dengan waring dalam artikel berjudul 'Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village'. Artikel itu membahas penutupan kali item yang berada tak jauh dari Wisma Atlet untuk Asian Games. Tujuannya menghambat bau tak sedap.
Mendapat kritikan seperti itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kali item dekat Wisma Atlet di Kemayoran sudah lama berwarna hitam. Menurutnya, itu akibat dari dulu tidak diperhatikan.
"Jangan dilupakan adalah kali itu bukan hitam sejak tiga bulan lalu. Kali itu sudah hitam sejak tahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memerhatikan ini, kita nggak punya warisan kali item. Ini karena dulu nggak diperhatiÂkan, jadi kita punya warisan kali item. Sekarang diperhatiÂkan," kata Anies.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Anies berhenti menyalahkan pemerinÂtah terdahulu. Gubernur seharÂusnya fokus menggenjot kerja satuan kerja perangkat daerah untuk menyelesaikan persoalan. Termasuk melakukan pengeruÂkan sungai.
"Kalau semua-semua menyalahkan pemerintah terdahulu, kapan mau benarnya. Gubernur harusnya menerima kritik dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja. Sebagai evaluasi. Bukan ngeles terus-terusan menyalahÂkan pemerintah terdahulu," kata Prasetyo di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, begitu dilantik seluruh tanggung jawab penÂgelolaan APBD serta keberlanÂjutan pembangunan ada pundak gubernur. Setelah dilantik juga pekerjaan seharusnya dimulai. Sekarang Anies sudah menjabat selama 10 bulan. Sudah tidak pantas lagi menyalahkan peÂmerintah terdahulu atas proyek pembangunan.
Termasuk kondisi kali item yang menjadi sorotan dunia inÂternasional. Kalau saja sejak awal Januari kali ini dikelola, tentu kondisinya bakal membaik.
"Sebetulnya kan masih ada waktu (sejak Januari), kenapa alatnya nggak diturunkan ke situ? Dulu bisa kok. AnggaranÂnya ada kok, kenapa enggak?" katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, Anies hanya bekerja reaktif tanpa perencanaan yang matang. Hal inilah yang meÂnyebabkan saat persoalan munÂcul baru dilakukan tindakan. Berbeda dengan pemerintah sebelumnya yang menyiapkan pekerjaan untuk mencegah terÂjadinya berbagai persoalan.
Pengamat politik Ray RangÂkuti juga mengkritisi sikap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sadiaga Uno, yang melempar kesalahan ke pemerintahan sebelumnya begitu mendapat kritik dari masyarakat.
Ray berpendapat, apa yang diÂlakukan Anies-Sandi demi menÂcari keuntungan politik. Dengan terus menyalahkan Ahok, maka mendapat simpati dari penduÂkungnya yang memang dari awal tidak menyukai Ahok.
"Dengan cara begitu, menuÂtup peluang pendukungnya itu untuk melakukan kritik terhÂadap dia. Jadi sebetulnya itu yang sekarang dilokalisir oleh Anies. Yang mengkritik dia dianggap pendukung Ahok," tandasnya. ***