Berita

Zainuddin Atsani dan Jokowi/Net

Nusantara

PBNW Sambut Baik Perubahan Nama Lanud Rembiga

JUMAT, 27 JULI 2018 | 02:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perubahan nama Pangkalan Udara (Lanud) Rembiga di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Lanud TGKH M Zainuddin Abdul Majid menuai apresiasi dari Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW).

PBNW menilai perubahan nama yang dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Yuyu Sutisna di Jayapura, Papua, Kamis (26/7) merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada pahlawan nasional satu-satunya dari NTB.

"Atas nama warga NW dan ahli waris Ninikda Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, selaku Pemegang Kekuasaan Tertinggi TNI yang terus memperhatikan putra terbaik NTB yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta ini, termasuk mengubah nama Lanud Rembiga menjadi Lanud Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad  Zainuddin Abdul Majid," kata Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun ZAM dalam keterangan tertulisnya.


Sementara itu, Ketua I PBNW Tuan Guru Bajang (TGB) KH M Zainuddin Atsani menjelaskan bahwa perubahan nama Lanud itu kembali menegaskan bahwa pemerintah pusat semakin perhatian dengan NTB. Terlebih, kini Presiden Joko Widodo juga terus mengebut pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kuta Lombok Tengah.

Namun baginya, perhatian terbesar Jokowi adalah dengan memberikan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada pendiri organisasi Nahdlatul Wathan, Ninikda (kakek red) Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Majid pada 10 Oktober 2017 lalu.

"Khusus warga NW, tiada yang paling berharga dan syukur kepada Allah SWT atas anugerah gelar Pahlawan Nasional, kepada guru kami itu, oleh Presiden Jokowi, sebab memang Ninik (kakek) Maulanasyaikh layak disematkan gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasa beliau kepada bangsa ini,” tukasnya.

Atas alasan itu semua, NW semakin mantap mendukung Jokowi untuk kembali memimpin negeri ini. Keputusan untuk mendukung Jokowi juga telah menjadi keputusan hasil Mukernas NW 2017 lalu. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya