Berita

Hanafi Rais/RMOL

Pertahanan

Parlemen Pegang Kunci Pengawasan Dalam Kerjasama Pertahanan Indonesia-Korsel

SENIN, 09 JULI 2018 | 22:32 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Undang-Undang kerjasama pertahanan antara Indonesia dengan Korea Selatan akan dibahas dalam Rapat Paripurna DPR.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais menjelaskan dalam rapat antara Komisi I dan Menteri Pertahanan Riyamizard Riyacudu, telah disepakati Rancangan UU tentang Pengesahan Persetujuan Kerja sama di Bidang Pertahanan antara Pemerintah Indonesia dan Korsel menjadi sebuah UU.

Menurut Hanafi jika dalam rapat paripurna disetujui, maka UU tersebut akan manjadi pengikat kedua negara dalam membangun kerjasama pertahanan.


"Kalau sudah disetujui berarti nanti diratifikasi dan sifatnya mengikat secara hukum bagi kedua negara tersebut," ujar Hanafi Rais di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Lebih lanjut Hanafi menjelaskan ada beberapa hal yang dikritisi oleh DPR terkait RUU Kerjasama Pertahanan Indonesia-Korsel salah satunya mengenai penangguhan biaya Pemerintah terhadap proyek Peswat Tempur Generasi 4.5 Korea-Indonesia Fighter Experimental (KFX/IFX).

Pihaknya meminta agar proyek pesawat tempur jet KFX/IFX jangan sampai menyalahi kaidah UU yang baru saja disepakati. Komsi I DPR juga meminta agara pemerintah mengkaji kembali pelaksanaan proyek, sebab dari informasi yang diterima DPR, proyek bersama tersebut masih menggantung.

"Informasi terakhir menangguhkan pembayaran proyek tersebut lalu mau minta negosiasi ulang," paparnya.

Hanafi menambahkan dengan adanya UU tersebut kerjasama Indonesia-Korsel berjalan baik dan bila sewaktu-waktu kerjasama berhenti tidak akan menganggu hubungan kedua negara tersebut.

"Jadi Kita ingin, Pemerintah kalau nanti sudah diratifikasi, UU ini harus tetap menegakkan aturan yang berlaku. Sekali undang-undang ini sudah kita ratifikasi, maka hak pengawasan itu melekat pada parlemen," ujarnya. [nes] 

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya