Berita

Agus Hermanto/RMOL

Politik

Imbauan Stop "Cebong-Kampret" Tidak Berpengaruh Ke Demokrat

SENIN, 09 JULI 2018 | 17:34 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

DPP Partai Demokrat tidak ambil pusing dengan istilah Cebong dan Kampret yang harus dihentikan atau tidak.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Agus Hermanto menilai selama ini partainya tidak pernah menggunakan kedua istilah tersebut, apalagi untuk menyerang lawan politik.

Meski begitu, Agus menilai jika hal tersebut dapat menggangu stabilitas politik maka istilah tersebut harus dihentikan.


"Jadi sebaiknya gunakan bahasa yang baik, lugas dan tidak ada ketersinggungan satu dengan yang lainnya," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7).

"Tapi Kita selama ini tidak pernah menggunakan istilah itu, saya sendiri tidak pernah," imbuhnya.

Belakangan banyak tokoh politik maupun tokoh agama sibuk menyuarakan imbauan untuk menghentikan penggunaan istilah cebong dan kampret. Salah satunya ulama kondang KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym).

Dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Aa Gym meminta kepada masyarakat tidak menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil 'kecebong' atau 'kampret'. [nes]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya