Berita

Politik

Ketua DPR: Kementerian Perhubungan Teledor

RABU, 04 JULI 2018 | 16:32 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Rentetan kecelakaan kapal penumpang yang terjadi sejak sebelum Lebaran lalu membuktikan tidak becusnya Kementerian Perhubungan menjalankan tugas.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, berjanji akan mendorong Kemenhub agar lebih ketat lagi mengawasi pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia, termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil dan terpencil.

"Kami mendorong Kementerian Perhubungan untuk bisa lebih ketat mengawasi pelabuhan-pelabuhan. Menurut saya ini adalah keteledoran dalam pengawasan, mulai dari manifes perjalanan kapal, kelebihan beban, lalu kemudian kelayakan kapal. Itu yang banyak kecolongan," ujar Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).


Politikus Partai Golkar ini juga mengimbau kepada penegak hukum untuk terlibat dalam pengelolaan seluruh pelabuhan di Indonesia.

"Penegak hukum untuk masuk ke situ dan memberikan sanksi juga hukuman yang seberat-beratnya kepada pengelola pelabuhan," tambahnya.

Lebih lanjut, ia meminta Komisi V DPR RI yang membidangi transportasi untuk segera mengundang mitra terkait untuk membahas dan menyelesaikan masalah-masalah di dunia pelabuhan Indonesia.

"Kami mendorong Komisi V untuk memanggil mitra terkait untuk memberikan penjelasan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelabuhan-pelabuhan yang ada, terutama pelabuhan-pelabuhan terpencil atau kecil," terangnya.

Dalam sebulan ini, setidaknya ada tiga kejadian kapal tenggelam yang menewaskan ratusan penumpang.

Pada 13 Juni, kapal tradisional yang mengangkut puluhan penumpang di perairan Makassar tenggelam dan sebanyak 13 orang tewas akibat kejadian ini.

Lalu pada 18 Juni, KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Sampai sekarang, 164 korban dinyatakan hilang. Sedangkan korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 24 orang, tiga di antaranya meninggal dunia.

Kemarin (Selasa, 3/7), KM Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Sampai sekarang ada 33 orang yang dinyatakan meninggal dunia. [ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya