Berita

Net

Dunia

Akui Yerusalem Milik Palestina, Inggris Mengagumkan

MINGGU, 24 JUNI 2018 | 00:49 WIB | LAPORAN:

Kerajaan Inggris punya sikap yang bertolak belakang dengan sekutunya Amerika Serikat mengenai Yerusalem. Inggris mengakui kota suci tiga agama tersebut sebagai milik Palestina. Sikap Negeri Ratu Elizabeth ini sungguh mengagumkan.

Sikap mengenai Jerusalem ini dikemukakan Duta Besar Inggris untuk Israel David Quarrey. Ia menyebutnya saat tengah menyampaikan rencana kunjungan Pangeran William ke Israel dan Tepi Barat.

"Semua terminologi yang digunakan dalam program ini konsisten dengan sikap pemerintah Inggris selama bertahun-tahun. Ini juga konsisten dengan kebijakan pemerintah Inggris," jelas Quarrey dalam konferensi pers di kediamannya di Ramat Gan, dilaporkan Times of Israel.


Menurut jadwal kunjungan resmi, Pangeran William akan melakukan perjalanan pertama ke Yordania pada 24 Juni. Dari Yordania, perjalanan Duke of Cambridge itu dilanjutkan ke Israel dan Tepi Barat pada 25-27 Juni.

Selama di Israel, Pangeran William akan mengunjungi Yad Vashem Holocaust Memorial Museum serta bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Reuven Rivlin. Kemudian, di Tepi Barat, ia akan bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Dalam jadwal resmi yang diterbitkan pekan lalu, menunjukkan Inggris masih menganggap Kota Tua Yerusalem sebagai wilayah Palestina yang diduduki Israel.

"Pada 27 Juni, kunjungan akan diteruskan ke wilayah pendudukan Palestina dan pada 28 Juni Pangeran William akan menerima penjelasan singkat tentang sejarah dan geografi dari Kota Tua Jerusalem dari di Bukit Zaitun," begitu tulis dalam jadwal resmi.

Pangeran William sendiri tidak akan membahas Deklarasi Balfour dalam kunjungan itu. Untuk diketahui, melalui deklarasi ini, tepat seabad lalu pemerintah Inggris menyatakan dukungan terhadap pembentukan negara Israel di wilayah Palestina.

Quarrey menegaskan, kunjungan pria yang berada di urutan kedua garis tahta Kerajaan Inggris itu tidak berkaitan dengan politik sebagaimana perjalanannya ke negara lain. Justru, Pangeran William sangat menantikan kunjungannya ke Israel.

"Duke bukan sosok politik. Dia akan berada di sini untuk melihat wilayah ini dan bertemu dengan beberapa orang di sini. Juga untuk melihat apa yang terjadi di sini, beberapa keberhasilan luar biasa dalam teknologi, beberapa budaya hebat di sini," katanya.

"Ini adalah kunjungan resmi pertama yang dilakukan anggota senior keluarga kerajaan. Saya pikir kunjungan ini akan sukses besar. Saya berharap kunjungan ini akan menjadi perayaan kemitraan antara Inggris dan Israel," tambah Quarrey.

Pangeran William sebetulnya juga dijadwalkan mengunjungi Bukit Bait Suci, Gereja Makam Suci, Gereja Johanes Pembaptis, serta Tembok Barat, yang semuanya terletak di dalam Kota Tua Yerusalem. Namun, tak satu pun dari situs-situs tersebut secara khusus tercantum dalam rencana perjalanan kerajaan. Quarrey tidak menjelaskan rencana kunjungan Pangeran William ke Yordania dan ke Otoritas Palestina. Dia juga tidak mengkonfirmasi laporan yang menyebutkan Pangeran William akan mengunjungi Tembok Barat, meskipun dua sumber mengatakan kepada Times of Israel bahwa situs suci Yahudi itu menjadi bagian dari jadwal kunjungannya.

Jika William mengunjungi Tembok Barat, maka kunjungannya itu mungkin akan bersifat pribadi, seperti yang dilakukan pejabat-pejabat asing lainnya. Kunjungan pribadi tidak mengharuskan William untuk ditemani perwakilan resmi dari negara tuan rumah, sehingga memungkinkan dia untuk menghindari masalah kedaulatan.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump juga berkunjung ke Tembok Barat dan Gereja Makam Suci. Kunjungan itu terdaftar sebagai kunjungan pribadi. Kunjungan serupa juga dilakukan Kanselir Austria Sebastian Kurz, pekan lalu.

Pangeran William sebetulnya juga dijadwalkan menyampaikan pidato di resepsi yang diselenggarakan Konsul Amerika di Yerusalem. Namun, protokol mencegahnya membuat pernyataan yang mungkin dianggap partisan.

Sikap Inggris yang mengakui Jerusalem sebagai daerah Palestina menuai kemarahan politisi sayap kanan Israel.

"Yerusalem sudah menjadi ibu kota Israel sejak lebih dari tiga ribu tahun. Tidak ada distorsi dalam dokumen briefing untuk kunjungan ini atau itu akan mengubah kenyataan," tulis Menteri Urusan Yerusalem Zeen Elkin dalam akun Twitter-nya. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya