Berita

Foto/KBRI Seoul

Dunia

Orang Korea: Dua Hal Yang Buat Saya Jatuh Cinta Dengan Indonesia

SELASA, 10 APRIL 2018 | 03:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Musim semi di Seoul masih menyisakan hawa dingin yang menggigit. Minggu malam (8/4), udara hanya berpaku pada kisaran 3 sampai 5 derajat saja. Namun kehangatan begitu terasa saat tua muda masyarakat Korsel pecinta Indonesia berkumpul.

"Ada dua hal yang membuat saya jatuh cinta dengan Indonesia; makanannya enak-enak dan warganya baik-baik serta sangat  menghargai orang asing," tutur Sere Lee, warga Korsel kelahiran Indonesia yang terpaksa kembali ke Korea untuk belajar Bahasa Korea karena orang tuanya hanya mengajarkan Bahasa Indonesia.

Lain lagi kata Kim Woojeong yang lebih senang dipanggil dengan nama Indonesianya-Yuli. "Saya sempat belajar Bahasa Indonesia di Yogya dan belajar Bahasa Melayu di Penang. Tapi saya merasa lebih diterima di Indonesia. Orang Indonesia sangat menghargai orang asing yang mempelajari budayanya," tuturnya dalam keterangan KBRI Seoul.


Ya, malam itu tak kurang dari 30 masyarakat Korea pecinta Indonesia berkumpul di Wisma Duta KBRI Seoul. Banyak dari mereka yang telah menghabiskan lebih dari separuh usianya di berbagai pelosok nusantara. Mulai dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Kalimantan. Mereka sepakat membuat paguyuban bernama KISS (Korea-Indonesia Sahabat Sejati).

Duta Besar RI di Seoul Umar Hadi yang berkesempatan menjamu mereka malam itu menyampaikan bahwa sangat penting untuk menjalin saling pengertian dan pemahaman antara masyarakat kedua negara.

"Hubungan politik Indonesia-Korsel memang penting dan sudah sangat baik, hubungan ekonomi juga demikian. Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan Presiden Korsel Moon Jae-in ke Indonesia November tahun lalu. Namun dari semua itu, yang tak kalah pentingnya adalah hubungan antar manusia, people to people contact, dan terbinanya jembatan komunikasi lintas budaya anatara Indonesia dan Korea Selatan," demikian tutur Dubes.

Lebih lanjut Dubes berpesan kepada seluruh masyarakat Korsel pecinta Indonesia agar senantiasa mengingat Indonesia. "Siapa saja yang di hatinya ada Indonesia, pintu kami selalu terbuka. Dan ingatlah bahwa KBRI juga adalah rumah anda," ungkapnya.

Acara Bincang-Bincang Santai Dubes RI dengan KISS malam itu mendapat respon luar biasa. Sebagian yang hadir mengharapkan agar acara ini digelar secara berkala.

"Saya sangat senang bisa bertemu dengan kalian semua. Saya berharap bisa bertemu lagi dalam waktu dekat untuk menggagas berbagai program bersama untuk Indonesia," harap Kim Seoun yang saat ini berprofesi sebagai instruktur Bahasa Indonesia di Pusat Pendidikan Militer Korea Selatan.

Harapan yang sama juga disampaikan Hansol, Yutuber Korsel "Korea Reomit" yang sangat khas dengan dialek medok Jawa Timuran dengan pengikut lebih dari 179 ribu orang. "Acara hari ini benar-benar unik. Bukan karena meriahnya acara ataupun penampilannya. Namun karena pertemuan ini merupakan suatu kesempatan emas bagi kita semua untuk menjadi satu dan bisa bekerja sama kedepannya, untuk Indonesia," ucapnya.

Sebagian wajah-wajah yang hadir malam itu memang sudah banyak dikenal publik Indonesia. Selain Hansol si "Korea Medok", ada juga Ujoung Oppa atau yang lebih dikenal dengan Ricky Ujung, pelantun dangdut dengan single "Mama Papa" yang kini juga lebih aktif sebagai Youtuber Korsel dengan konten Indonesia. Hadir juga Gidoung Lee, pengusaha resto Indonesia di Korea "Bali Bistro".

Secara khusus Gidoung Lee yang lebih senang dipanggil Jaka ini menyampaikan bahwa salah satu harta Indonesia adalah budaya kulinernya yang sangat tinggi. Namun masih banyak warga Korsel yang belum tahu nikmatnya masakan Indonesia. "Saya sengaja membuka restoran Indonesia "Bali Bistro" di Korea karena saya ingin memperkenalkan betapa nikmanya rendang, betapa lezatnya gado-gado dan betapa menggugah seleranya sate Indonesia," demikian tuturnya.

Selama kurun waktu 2013 hingga 2016, jumlah masyarakat Korea Selatan yang tinggal di Indonesia meningkat dari 40.000 menjadi 46.000 orang. Hal ini menempatkan Korea Selatan sebagai penyumbang ekspatriat terbanyak di wilayah Jabodetabek.

Pelajar Korsel juga semakin mendominasi berbagai Pusat Studi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Di Universitas Indonesia saja, sebagian besar pelajar asing yang belajar Bahasa Indonesia berasal dari Korea Selatan.

Sementara itu, menurut catatan KBRI Seoul, hingga bulan Desember 2017, jumlah WNI terdaftar yang bekerja/menetap di Korea sebanyak 37.139 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah Pekerja Migran Indonesia sebanyak 29.910; Anak Buah Kapal/ABK sebanyak 4.605 orang; mahasiswa sebanyak 1.467 orang; dan selebihnya adalah beragam WNI yang bekerja di beberapa perusahaan multinasional dan/atau mereka yang menikah dengan WN Korea atau WN asing lainnya. [rus/***]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya