Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

PILKADA JABAR 2018

Kang Anton Komit Gelontorkan Rp1 Triliun Ke Pesantren

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 04:06 WIB | LAPORAN:

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat nomor urut 2, Anton Charlyan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah, di Kampung Nagreg, Desa Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/4).

Selain bersilaturahmi, Kang Anton juga sempat berbincang dengan Pimpinan Ponpes, K.H Aang Abdullah Zein mengenai perkembangan Pondok Pesantren di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi.

Pasangan Tb Hasanuddin (Kang Hasan) itu, menjelaskan bahwa salah satu bentuk perhatiannya terhadap kemajuan dunia pesantren, akan digelontorkan dana sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut untuk peningkatan kualitas pendidikan pondok pesantren.


Tak hanya itu, Kang Anton juga berjanji akan memberi perhatian terhadap Ulama, Marbot, Moazim dan Imam Masjid di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Ini sebagai bentuk perhatian dari pasangan Hasanah untuk mewujudkan Pondok Pesantren yang semakin berkembang, menciptakan generasi islam yang unggul dan berprestasi," ungkapnya seperti diberitakan RMOL Jabar.

Kang Anton, dalam programnya nanti, juga akan memperhatikan hal yang selama ini belum dilirik pemerintah. Mulai dari biaya perbaikan, hingga perawatan makam para ahli sejarah yang ada di Jawa Barat.

"Agar tempat-tempat peninggalan makam para ahli sejarah maupun makam ulama besar bisa terawat dengan baik, dan bisa menjadi pengetahuan bagi generasi selanjutnya," jelasnya.

Pimpinan Ponpes Azzainiyyah, K.H Aang Abdullah Zein menyambut baik kedatangan Kang Anton ke kediamannya. Dia berharap, apabila pasangan Hasanah terpilih untuk memimpin Jawa Barat, program alokasi dana 1 triliun untuk pesantren bisa terealisasi dengan baik dan membawa manfaat bagi kemajuan dunia pesantren di Jawa Barat.

"Karena yang kita butuhkan saat ini adalah bukti dan bukanlah hanya janji. Tapi Insyallah, Kang Hasan dan Kang Anton akan amanah," tandasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya