Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Wasekjen PPP Achmad Baidowi menemui para nelayan di Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (5/4).
Kunjungan Romi dalam rangka menjalankan tahapan kampanye pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Turun dari pesawat yang ditumpanginya, Romi dan rombongan langsung disambut sebagai tamu kehormatan. Dia langsung dipasangkan undeng dan selendang blambangan.
Dari Bandara Blimbingsari, Romi beserta rombongan yang ditemani oleh Abdullah Azwar Anas pun naik delman menuju Pantai Blimbingsari. Ada banyak warga yang antusias melihat rombongan mereka. Sepanjang perjalanan tak lupa Romi beserta rombongan pun melemparkan senyum sembari melambaikan tangan.
Tiba di lokasi, Romi pun berdialog dengan nelayan. Kepada Anggota Komisi XI DPR RI ini, para nelayan pun mengeluhkan soal kehidupan mereka.
Kepada Romi, Ketua Cabang Banyuwangi Himpunan Nelayan Indonesia, Hasan Basri mengungkapkan bahwa telah terjadi penurunan penangkapan ikat di Selat Bali.
"Ikan primadona di Selat Bali, ikan lemuru kesulitan betul menangkapnya. Sebelum tahun 2010 melimpah, sampai 2018, hasil tangkapannya menurun tajam," jelas Hasan.
Untuk itu, Hasan pun meminta Romi menyampaikan kepada pemerintah pusat agar segera melakukan riset untuk mencari tahu penyebabnya.
Bagai gayung bersambut, Romi pun berjanji bakalan memerintahkan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP meminta pemerintah segera melakukan riset.
"Tentu pemerintah perlu memperhatikan turunnya sumber daya tangkap dan khusus Selat Bali ini memang ada soal sudah berlangsung 10 tahun dan di kecenderungan dunia tangkap memang turun tapi harus kita temukan dengan spesifik maka itu PPP harus menugasi kadernya di parlemen untuk memerintahkan eksekutif untuk riset," kata Romi.
Nelayan juga mengeluhkan soal adanya ikan kaleng sarden impor mengandung cacing yang beredar luas. Padahal, disaat tertentu, ikan hasil tangkapan mereka cukup melimpah. Namun disaat hasilnya melimpah, ikan yang mereka pasarkan justru turun harganya.
Terkait itu, Romi pun mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memilih menkonsumsi ikan dari hasil tangkapan nelayan lokal ketimbang makan ikan sarden yang ada cacingnya. Tak tanggung-tanggung, Romi pun mengkampanyekan gerakan makan ikan.
"Kampanye makan ikan di media sosial untuk tunjukan ikan di sini tak ada soal cacing pita," tegasnya.
Tak lupa, nelayan juga mengeluhkan soal kehidupan mereka yang kian sulit lantaran ikan tangkapan mereka justru "dipermainkan" harganya oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Lagi-lagi, Romi punya jawaban untuk itu. Menurut dia, pemerintah pusat sesungguhnya sudah mengucurkan dana agar Bupati Anas terus membangun Bandara Banyuwangi. Salah satu tujuan dibangunnya bandara itu kata dia agar mempermudah nelayan menjual ikan ke mancanegara.
"Anggaran Rp400 miliar untuk runway bandara di sini sudah diberikan dan akan diselesaikan tahun ini. Jadi ikannya segar dan ini akan jadi potensi luar biasa sampai ke Singapura atau Turki," demikian Romi.
[sam]