Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

PILKADA JABAR 2018

Resep Dedi Mulyadi Untuk Sejahterakan Nelayan

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 01:31 WIB | LAPORAN:

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya resep tentang cara membuat nelayan hidup enak. Salah satu caranya, yakni para nelayan harus memiliki perahu besar.

Menurut Dedi, hal ini berguna untuk meningkatkan tangkapan hasil laut mereka. Untuk mewujudkannya, Pemrpov Jabar melalui leading sector Dinas Kelautan dan Perikanan dapat membeli perahu besar tersebut.

"Nelayan kita harus memiliki perahu besar untuk melaut. Gak bisa dong nelayan tradisional kita kalah begitu saja dengan kapal besar. Karena itu, tidak ada jalan lain, Pemprov Jabar harus memfasilitasi nelayan dengan perahu besar,” katanya seperti diberitakan RMOL Jabar, Kamis (5/4).


Jawa Barat memiliki dua wilayah pesisir yakni utara dan selatan. Keduanya menjadi daerah tempat nelayan menggantungkan hidup.

Secara teknis, lanjut Dedi, skema yang bisa digunakan adalah sistem kredit. Perahu besar yang dibeli oleh Pemprov kemudian dijual kembali kepada nelayan dengan sistem kredit lunak.

"Pemprov beli nih, nanti nelayan tinggal kredit dengan cicilan lunak,” ujarnya.

Sekolah ala Pesisir

Selain memikirkan solusi jangka pendek bagi para nelayan, Dedi juga memiliki rencana jangka panjang bagi kehidupan masyarakat pesisir. Jika terpilih di Pilgub Jawa Barat pertengahan tahun ini, dia memastikan akan membuka sekolah pesisir.

Di sekolah tersebut, anak-anak pesisir diajarkan mata pelajaran sesuai dengan kondisi lingkungan mereka. Mata pelajaran kelautan akan menjadi menu utama harian mereka. Selain teori singkat, pelajar di pesisir pantai juga harus langsung mempraktikan teorinya di laut.

"Kita dorong ada sekolah pesisir berbasis kelautan. Anak-anak nelayan kita arahkan sejak dini. Mereka bisa mempelajari industri perkapalan, juga cara menangkap dan menjual ikan. Jangan lupakan aspek pariwisatanya,” ucapnya.

Selain itu, tambah Dedi, kemampuan berbahasa asing juga dinilai penting dimiliki oleh anak-anak nelayan. Pasalnya, pesisir merupakan salah satu gerbang pintu masuk orang asing ke tanah pribumi. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya