Berita

Foto/Net

Nusantara

Miras Oplosan Sudah Lampu Merah, Sandi Minta RT/RW Ikut Turun Tangan

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 22:56 WIB | LAPORAN:

Peredaran minuman keras (miras) oplosan di Jakarta kian menghawatirkan, sebab dalam beberapa hari terakhir sudah 18 orang di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur tewas akibat menkonsumsi miras oplosan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menghimbau warga Jakarta untuk berhenti menkonsumsi miras oplosan.

"Yang terakhir ini ada dua lokasi (Jaksel dan Jaktim). Ini merupakan suatu lampu merah buat kita," ujarnya di Balai kota, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).


Tak hanya menghimbau warga berhenti menkonsumsi, pria yang akrab disapa Sandi ini juga memerintahkan jajarannya dari kecamatan, hingga RT/ RW untuk turun langsung dan aktif memantau peredaran miras oplosan.  Apalagi Peraturan Daerah (Perda) serta aturan perundang-undangan terkait pelarangan miras sudah ada.

"Kami juga mengajak kepolisian, BPOM untuk memastikan miras oplosan tidak beredar lebih jauh.  Kami mengimbau secara resmi kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi miras, terutama miras yang terlihat racikan sendiri, itu sangat berbahaya. arena kalau dicampur miras ini mereka belum tentu mengerti dari segi dampak daripada kesehatan dan organ tubuh manusia," tandasnya. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya