Berita

Nusantara

Rendah Minat Calon Mahasiswa Terhadap Pertanian

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 09:25 WIB | LAPORAN:

Rektor Universitas Trilogi Dr Aam Bastaman mengungkapkan, pertanian merupakan sektor penting bagi pembangunan bangsa.

Di samping hasilnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, pendayagunaan yang maksimal pada sektor ini juga terkait dengan kualitas bahkan hidup mati sumber daya manusianya. Selain itu, sistem manajemen logistik khususnya produk pertanian juga merupakan bagian dari sistem logistik nasional.

"Efektivitas dan efisiensi memang perlu ditingkatkan karena ini sangat berpengaruh pada harga produk pertanian yang juga menjadi mahal. Akibatnya harga produk-produk pertanian tersebut menjadi tidak kompetitif," beber Aam saat membuka Konferensi Internasional bertema Cold Chain & Logistic Management untuk produk pertanian di Indonesia, Rabu (4/4).


Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Trilogi bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Asian Productivity Organization (APO). Ketiganya berkomitmen agar stakeholders terkait logistik dan cold chain lebih komitmen untuk melakukan perbaikan ke depan.

Dr. Aam Bastaman mengungkapkan, rendahnya minat calon mahasiswa perkotaan terhadap pertanian kemungkinan besar karena masih terbawa paradigma lama. Padahal menurutnya, pertanian di perkotaan berbeda perlakuannya dengan pertanian di pedesaan.

"Kenapa mereka (calon mahasiswa) tidak tertarik? Karena barangkali diselimuti ketakutan dan paradigma lama, bahwa pertanian itu kotor, miskin, dan tidak punya masa depan," ujar Aam Bastaman.

Sepinya peminat pertanian terlihat di Universitas Trilogi, Jakarta. Sebagai satu-satunya kampus swasta yang memiliki program studi agroekoteknologi, hanya diisi oleh sekitar 20 mahasiswa per semesternya.

"20-an per tahun ajaran baru. Itu satu kelas. Tapi dengan upaya kami melakukan sosialisasi, berharap tahun ke depan peminat akan semakin bertambah," kata Aam.

Aam menjelaskan, konsep pertanian di perkotaan mengadopsi model urban agriculture, yakni petani kota dapat memanfaatkan lahan yang sempit untuk menerapkan roof gardening dan vertical agriculture. Dengan demikian, bertani bukan hanya bisa dilakukan di sawah atau pedesaan.

"Indonesia memang luas, tapi tidak merata. Jakarta lahan sangat sempit, bagaimana bisa menciptakan suatu kreativitas dengan memanfaatkan lahan yang sempit itu," jelasnya. [rry]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya