Berita

Agus Hermanto/RMOL

Politik

Waka Pembina Demokrat: Argumentasi Hasto Lemah Dan Dangkal!

SENIN, 26 MARET 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Argumentasi Sekjen PDI Perjuangan, Hasto  Kristiyanto menanggapi nyanyian Setya Novanto dalam sidang kasus KTP-el, pekan lalu, masih dipersoalkan kalangan Partai Demokrat.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto menilai argumentasi Hasto terkesan melempar kesalahan kepada Partai Demokrat dan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika itu.

"Tidak ada korelasinya itu. Kasus penyelewengan baik itu korupsi, kolusi, maupun nepotisme itu dilakukan secara pribadi, sehingga kita tidak bisa memberikan justifikasi sembarangan bahwa ini terkait dengan pemerintahan yang memimpin," ujar Agus di lobi Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (26/3).


Agus menegaskan, Argumentasi Hasto jelas tidak punya landasan kuat.

"Menyebut-nyebut Partai Demokrat dan pemerintahan SBY begini kan jelas tidak memiliki argumentasi yang kuat, argumentasinya lemah, dangkal," ucap Agus.

Pemerintah SBY ketika itu hanya menjalankan amanah UU yang mengatur penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

"Proyek ini kan amanah undang-undang, pemerintah sudah menjalankan sesuai UU yang jelas, kalau ada penyelewengan itu sudah jadi kewenangan KPK untuk mengusutnya," ujar Agus.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya