Berita

Ketua MPR: Beda Pendapat Boleh Tapi Tetap Saling Menghormati

RABU, 21 MARET 2018 | 19:42 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) segera mempunyai tiga tambahan pimpinan baru. Rapat gabungan yang diselenggarakan Rabu (21/3) memutuskan diangkatnya tiga wakil ketua baru dari tiga partai yang memperoleh kursi terbanyak pada pemilu 2014.

Tiga wakil ketua baru yang disepakati adalah Ahmad Basarah dari PDIP, Ahmad Muzani dari Partai Gerindra, dan Muhaimin Iskandar dari PKB.

Ketiga partai itu masuk dalam enam besar partai yang memperoleh suara terbanyak pada pemilu 2014. Ketiganya akan dilantik dalam Rapat Paripurna, Senin (26/3).


Rapat yang dipimpin langsung Ketua MPR Zulkifli Hasan  berjalan dinamis karena beberapa fraksi sempat berdebat mengenai interpretasi beberapa pasal UU MD3 yang baru diundangkan. Meski demikian akhirnya disepakati untuk memberikan jatah tiga wakil ketua kepada ketiga partai tersebut.

Fraksi PPP mempertanyakan perbedaan antara suara terbanyak dengan kursi terbanyak.

"Karena perolehan suara tidak selalu mencerminkan perolehan kursi," kata Arwani, jurubicara PPP.

Arwani meminta ada konsultasi dengan ahli hukum sebelum MPR mengambil keputusan. Zulhasan, sapaan Zulkifli, memberi kesempatan kepada semua fraksi untuk menyampaikan pandangannya. Wakil F-Golkar Rambe Kamaruzzaman minta agar tata tertib diubah sebagai konsekuensi UU MD3 yang baru, dan perubahan harus diajukan oleh 70 anggota MPR.

Jurubicara PDIP Ahmad Basarah mengatakan perubahan tata tertib tidak harus melalui pengajuan 70 anggota MPR.

Setelah semua fraksi diberi kesempatan untuk berbicara, Zulhasan menskorsing rapat selama lima menit. Kemudian disepakti bahwa perubahan tatib tidak harus melalui permintaan 70 anggota. Disepakati juga bahwa pimpinan baru akan dilantik dalam rapat paripurna Senin 26 Maret.

Kepada wartawan Zulhasan mengatakan bahwa MPR sudah menunjukkan bagaimana demokrasi berjalan dengan dinamis dan berakhir dengan musyawarah mufakat.

"Kita boleh beda pendapat, tapi pada akhirnya kita tetap saling menghormati," kata Zulhasan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya