Berita

Ilustrasi/Net

Global

Rusia Dituduh Pernah Retas Jaringan Listrik AS

JUMAT, 16 MARET 2018 | 09:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan pemerintah Rusia atas kampanye serangan siber yang menargetkan jaringan listrik Amerika Serikat pekan ini.

Ini adalah kali pertama pemerintah Amerika Serikat  secara terbuka menuduh Moskow melakukan hacking atau peretasan ke infrastruktur energi Amerika

Menurut keterangan yang yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat (Kamis, 15/3), seperti dimuat Rusia, dimulai pada bulan Maret 2016, atau mungkin sebelumnya, peretas pemerintah Rusia berusaha untuk menembus beberapa sektor infrastruktur penting Amerika Serikat, termasuk fasilitas energi, nuklir, komersial, air, penerbangan dan manufaktur.


Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI mengatakan dalam peringatan bahwa kampanye intrusi multi tahap oleh aktor siber pemerintah Rusia telah menargetkan jaringan fasilitas komersial kecil di mana mereka melakukan malware, melakukan phishing tombak, dan mendapatkan akses jarak jauh ke sektor energi jaringan. Namun lansiran itu tidak menyebutkan fasilitas atau perusahaan yang ditargetkan.

Pernyataan ini dirilis bertepatan dengan keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi kepada 19 orang Rusia dan lima kelompok, termasuk dinas intelijen Moskow, untuk mencampuri pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016 lalu. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya