Berita

Sandiaga Uno/Net

Nusantara

Sandiaga: Inisiatif Swasta Bantu Program DP 0 Rupiah Harus Diapresiasi

RABU, 14 MARET 2018 | 10:18 WIB | LAPORAN:

Target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun 50 ribu unit rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan bakal rampung dalam waktu 5 tahun.

"Target lima tahun yang dilakukan oleh pemerintah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).

Namun demikian, Sandi meminta kepada masyarakat DKI untuk menghargai inisiatif pihak swasta yang ingin membantu menyukseskan program ini. Seperti pembangunan rumah tapak DP 0 Rupiah di lahan milik kontraktor proyek pembangunan, PT Nusa Kirana, di Kampung Rorotan, Jakarta Utara.


"Program ini harus melibatkan masyarakat dan dunia usaha juga. makanya rumah tapak rorotan yang DP 0 Rupiah itu harus diapresiasi. Karena itu merupakan inisiasi swasta dalam proses partisipatif," tegasnya.

Saat ini, Pemprov DKI tengah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mensukseskan program tersebut. Nantinya setelah BLUD terbentuk, kata dia, bakalan kelihatan jelas bagaimana skema dari program tersebut.

"Sudah bisa dilihat syaratnya apa, bagaimana pembiayaannya, bagaimana metode jual beli dari rumah itu. kita harap dengan ini naik kelas warga yang selama ini susah mengurus tempat tinggalnya. Ini kita harapkan jadi solusi masalah perumahan secara permanen," klaim Sandi.

Pernyataan Sandi ini meluruskan pernyataan yang pernah terlontar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bahwa rumah tapak DP 0 Rupiah di Rorotan bukan bagian program Pemprov DKI.

“Nggak ada, memang tidak ada. Kita belum ada program itu. Yang kita ada luncurkan yang sudah diluncurkan. Yang sekarang belum, belum ada. Anda cek aja program siapa? Program pemprov? Tidak ada. Cek aja," tegasnya Anies di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/2) lalu. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya