Berita

Delegasi Korea Utara untuk Paralimpiade Musim Dingin/BBC

Dunia

Delegasi Korut-Korsel Tak Lagi Berbaris Di Bawah Satu Bendera Dalam Paralampiade Musim Dingin

JUMAT, 09 MARET 2018 | 06:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara dan Korea Selatan dipastikan tidak akan berbaris bersama di bawah satu bendera dalam upacara pembukaan Paralimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada hari ini (Jumat, 9/3).

Hal ini berbeda dengan pembukaan Olimpiade Musim Dingin 9 Februari lalu di mana delegasi kedua negara berbaris di bawah satu bendera persatuan dalam parade.

Berbarisnya delegasi dua Korea di bawah satu bendera itu menyita perhatian internasional dan dipandang sebagai pendekatan efektif untuk membuka pintu dialog antara kedua negara yang secara resmi masih berperang itu.


"Setelah berdiskusi dengan Korea Utara, kedua Korea memutuskan untuk tidak berbaris pada saat upacara pembukaan," kata kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip Komite Paralimpik Korea Selatan (KPC).

Bendera bersatu menunjukkan semenanjung Korea berwarna biru dengan latar belakang putih.

KPC menjelaskan bahwa alasan mengapa kedua Korea tidak berbaris di bawah satu bendera lagi adalah karena Korea Utara menginginkan pulau Dokdo Selatan (yang disebut Takeshima oleh Jepang) dan diklaim Jepang, dimasukkan dalam bendera persatuan. Namun Korea Selatan tidak setuju, mengingat pulau itu masih merupakan sengketa.

Menurut pihak Korea Selatan, penyertaan peta pulau Dokdo Selatan akan bertentangan dengan rekomendasi Komite Paralimpik Internasional untuk tidak mempolitisasi acara olahraga.

KPC mengatakan kedua Korea telah memutuskan untuk saling menghormati pendirian masing-masing dan berbaris secara terpisah. [mel]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya