Berita

Salah satu adegan dalam sinetron "Noor" asal Turki yang populer di Timur Tengah/Al Jazeera

Global

Menteri Kebudayaan: Larangan Sinetron Turki Di Saudi Adalah Langkah Politik

RABU, 07 MARET 2018 | 07:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi baru-baru ini melarang penayangan sinetron Turki yang populer dan ditayangkan di raksasa media di Timur Tengah, MBC.

Menteri Kebudayaan Turki menanggapi hal tersebut dan mengatakan bahwa larangan itu tak ubahnya bentuk penyensoran yang jelas dan merupakan sebuah langkah politik yang dilakukan Saudi.

"Bukan beberapa politisi yang seharusnya memutuskan siapa yang akan menonton film atau pertunjukan dari meja mereka," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tukri Numan Kurtulmus mengatakan kepada Al Jazeera pekan ini.


Dia menambahkan, dirinya tidak percaya bahwa tindakan tersebut mencerminkan pendapat orang-orang Emirat, yang memiliki hubungan mendalam dengan Turki.

"Kami berada di saat teknologi informasi berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, saya percaya bahwa sanksi dan penyensoran ini tidak akan membatasi pilihan penonton," sambungnya.

MBC Group sendiri merupakan raksasa media yang berbasis di Dubai. Saudi mengumumkan melalui media Emirati pada akhir pekan kemarin bahwa jaringan tersebut telah menerima instruksi untuk menghapus semua program Turki dari semua saluran sampai pemberitahuan lebih lanjut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya