Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dokter Salah Operasi Otak Pasien, Rumah Sakit Ini Diskors

SABTU, 03 MARET 2018 | 07:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah staf di sebuah rumah sakit di Nairobi Kenya, mulai dari perawat hingga CEO diskors oleh pemerintah setempat pasca kasus pasien salah operasi.

Kasus itu terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu ada seorang pasien yang membutuhkan pembedahan untuk masalah gumpalan darah beku di otak.

Namun karena ada kesalahan untuk memberi tag atau penanda pada pasien, maka pasien yang kemudian menjalani operasi otak itu bukan pasien yang bersangkutan, melainkan pasien lain yang tidak memiliki masalah di bagian otak.


Para dokter tidak menyadari kesalahan mereka sampai berjam-jam menjalani operasi. Para dokter kemudian menyadari bahwa tidak ada gumpalan darah di otak pasien yang dioperasi tersebut.

Pasien yang salah oeprasi itu pun saat ini dikabarkan telah pulih dan masih dalam perawatan rumah sakit.

Penyelidikan pun dilakukan atas kasus ini. Regulator medis Kenya meminta laporan dan berencana mengadakan sidang.

Setelah insiden yang terjadi akhir pekan lalu terungkap, CEO Rumah Sakit Kenyatta Nasional Lily Koros mengatakan bahwa rumah sakit tersebut sangat menyesalkan peristiwa ini dan telah melakukan segala hal yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien yang bersangkutan.

Dia mengatakan empat staf yang terdiri dari ahli bedah saraf, perawat lingkungan, dan ahli anestesi telah diskors.

Namun beberapa jam kemudian, seperti dimuat BBC, Menteri Kesehatan Kenya, Sicily Kariuki, mengatakan bahwa Koros sendiri dan seorang petugas urusan klinis diskors dengan cuti wajib selama penyelidikan dilakukan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya