Berita

Cuaca dingin di bandara Dublin/BBC

Global

Cuaca Dingin Ekstrim Di Eropa Renggut 60 Korban Jiwa

SABTU, 03 MARET 2018 | 06:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Cuaca dingin ekstrim yang terjadi di Eropa baru-baru ini menelan setidaknya 60 korban jiwa.

Seperti dilansir BBC, di negara Polandia saja tercatat ada 23 kasus kematian karena suhu dingin ekstrim. Negara tersebut, serta negara-negara lain di benua Eropa, mengalami badai salju serta suhu di bawah nol derajat celcius.

Banyak kasus di mana korban tewas karena kedinginan atau konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama oleh gelandangan yang berharap bisa menghangatkan tubuh.


Kasus kematian lainnya juga terjadi di pegunungan Alpen Perancis ketika longsor salju terjadi di resor ski.

Pemerintah masing-masing negara banyak membuka tempat penampungan dan menyediakan tempat tidur serta makanan yang layak terutama bagi tunawisma.

Cuaca ekstrim juga mengganggu sebagian besar transportasi dan penerbangan. Salah satunya yang paling buruk terjadi di Irlandia.

Penerbangan masuk dan keluar dari bandara Dublin dan Cork di Irlandia ditangguhkan sampai akhir pekan ini. Selain itu semua sekolah di negara itu ditutup dan orang-orang didesak untuk tidak menyetir.

Stasiun kereta api juga ditutup sampai setidaknya akhir pekan ini dan semua operasi yang tidak mendesak dibatalkan oleh otoritas kesehatan negara tersebut.

Bukan hanya itu, pasukan Angkatan Darat dipanggil untuk membantu angkatan kerja sipil di Inggris dan Irlandia.

Beberapa layanan kereta api yang dioperasikan oleh Eurostar antara London, Paris dan Brussels juga terpaksa dihentikan sementara.

Penutupan bandara sementara juga sempat terjadi di Jenewa akibat cuaca ekstrim.

Cuaca ekstrim juga memaksa sejumlah penutupan jalan dan jalur kereta api di Iralia bagian tengah ditutup hingga akhir pekan ini.

Cuaca ekstrim di Eropa itu dibawa oleh sistem cuaca Siberia yang diberi julukan "the Beast from the East" di Inggris. Sementara orang Belanda menyebutnya "Siberia bear" dan Swedia menyebutnya"meriam salju".

Siklus ini bertemu dengan Badai Emma pada hari Kamis (1/3) kemarin sehingga menyebabkan badai salju dan angin kencang di beberapa wilayah di Inggris, Wales dan Irlandia. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya