Berita

Agus Hermanto/RMOL

Hukum

DPR Percayakan Suap Bakamla Ke KPK

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 12:20 WIB | LAPORAN:

. Pimpinan DPR RI ogah mengomentari terkait disebutnya anggota Komisi XI DPR Eva Sundari dan Anggota Komisi III DPR Fayakhun menerima aliran dana korupsi satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto lebih mempercayakan hal tersebut kepada penegak hukum yang dalam kasus ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Semuanya kita serahkan pada ahlinya, kepada yang berkewenangan dalam hal ini adalah KPK," ujar Agus di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/1).


Agus justru mengajak publik untuk tidak menyampaikan opini yang bermacam-macam. Asas praduga tidak bersalah harus dikedepankan dalam penegakan hukum.

"Sekali lagi asas praduga tidak bersalah harus selalu kita kedepankan, sehingg kita kita tidak bisa menjustifikasi siapa pun," jelas politisi Demokrat ini.

Eva dan Fayakhun disebut menerima dana Rp. 24 miliar dari Staf Khusus Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Fahmi Al Habsy. Uang tersebut merupakan fee enam persen dari total anggaran pengadaan satelit monitoring dan drone sebesar Rp. 400 miliar. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya