Berita

Net

Hukum

KPK Pertanyakan Keseriusan Novanto Jadi JC

RABU, 24 JANUARI 2018 | 11:39 WIB | LAPORAN:

Keseriusan Setya Novanto menjadi justice collaborator (JC) dalam perkara korupsi proyek KTP berbasis (KTP-el) masih diragukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sikap Novanto yang kerapkali menyangkal terlibat proyek triliunan rupiah itu jadi salah satu pemicu keraguan lembaga anti rasuah.

"Saya kira sejauh ini kita belum lihat hal tersebut, misal terkait penerimaan jam dan dugaan penerimaan lain kita belum meykini hal tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Rabu (24/1).


Dia menjelaskan, ada tiga syarat mutlak yang harus dilakukan pelaku korupsi untuk menjadi JC. Pertama, membongkar atau mengungkap sesuatu yang lebih besar. Lalu, konsisten dengan keterangan dan niatannya menjadi seorang JC. Terakhir, pelaku harus mengakui telah melakukan perbuatan korup.

Nah, Febri bilang, pihaknya belum melihat adanya konsistensi Novanto untuk melakukan tiga syarat itu.

"Baik di proses pemeriksaan sebagai terdakwa di persidangan ataupun di proses penyidikan kami belum mendapatkan informasi yang baru dan cukup kuat dari keterangan yang bersangkutan," sambungnya.

"Karena posisi JC bukan posisi yang dapat diberikan secara mudah. Jadi JC itu kita tahu bisa mengungkap peran pihak lain yang lebih besar dan sebelum mengungkap peran pihak lain dia juga akui dulu bahwa ia adalah pelaku dalam kasus ini," tandas Febri. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya