Berita

Foto/Net

Hukum

Sebelum Ada Solusi, Kapolri Instruksikan Anggota Tidak Tangkap Nelayan Cantrang

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 04:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengeluarkan instruksi kepada anggota Polri untuk tidak menangkap nelayan yang menggunakan cantrang.

Instruksi ini dilakukan hingga pemerintah mendapatkan solusi penggunaan alat tangkap yang digunakan nelayan.

Menurut Titi instuksi tersebut berdasarkan keputusan Preaiden Joko Widodo yang melihat sisi kehidupan para nelayan di Indonesia.


"Ada kebijakan dari Bapak Presiden untuk kita berikan jalan keluar kepada nelayan dan ini sudah didialogkan kemarin. Dialognya jelas bahwa sambil mencari solusi untuk mekanisme cara menangkap ikan yang ramah lingkungan sementara tidak dilakukan dulu (penangkapan) kepada nelayan cantrang," ungkap Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Tito kebijakan presiden menyangkut masalah kemanusiaan. Presiden menilai jika penggunaan cantrang dilarang maka nelayan tidak bisa memenuhi kehidupan keluarga. Di samping itu pertimbangan lainnya yakni untuk stabilitas kemanan di daerah. Terlebih tahun ini ada agenda Pilkada serentak yang dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.

"Bapak Presiden bicara masalah kemanusiaan artinya ini masalah harkat martabat hidup yang sangat mendasar untuk keluarganya, kalau sekedar dilarang begitu saja tapi tidak diberikan solusi, ya mereka lapar, makanya demo, kapal dibakar oleh mereka sendiri," ujar Tito. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya