Berita

Maruarar Sirait/Net

Politik

Maruarar Luruskan Logika Berpikir Eep Saefullah

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 | 15:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politikus muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait membalikkan logika pikir yang disampaikan Direktur Polmark Indonesia, Eep Saepullah Fatah.

Dalam pemaparannya, Eep mengatakan bahwa berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 9 hingga 20 September ini, angka elektabilitas PDI Perjuangan mengalami penurunan. Ketika ditanyakan partai apa yang dipilih, maka sebanyak 25,1 responden akan memilih PDI Perjuangan. Ketika ditanya memilih partai apa pada 2014 lalu, responden yang mengatakan memilih PDI Perjuangan mencapai 28,5 persen.

"Artinya elektabilitas PDI Perjuangan menurun 3,4 persen," kata Eep saat merilis hasil survei terbaru Polmark  dengan tema 'Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019' di Batik Teras Kuring, SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (22/10).


Maruarar meluruskan logika berpikir ini. Menurutnya, Eep lupa dengan hasil Pemilu 2014 bahwa suara PDI Perjuangan adalah 18,9 persen. Seharusnya suara elektabilitas hari ini dibandingkan dengan hasil Pemilu 2014, bukan hanya dibandingkan dengan pertanyaan milih apa di 2014.

"Kalau logika lurus ini yang dipakai, justru PDI Perjuangan yang di 2014 meraih 18,95 persen, dan kini elektabilitasnya mencapai 25,1 persen, itu artinya kepercayaan pada PDI Perjuangan naik 6 persen. Meningkat bukan menurun. Bahkan ketika ditanya saat ini soal Pemilu 2014, dan hasilnya 28 persen, berarti artinya ada 9 persen yang menyesal dulu mengapa nggak pilih PDIP," kata Maruarar.

Ketika hal ini Maruarar konfirmasikan ulang kepada Eep, CEO PolMark itu mengangguk.

Eep hanya menjawab pernyataan Maruarar yang membandingkan dengan survei lain. Eep pun menampilkan slide dengan judul 'cara membandingkan survei yang layak'.

"Saya tak elok mengomentari hasil survei orang lain. Kalaupun harus menjawab, maka rentang margin error yang harus dilihat," ungkap Eep.

Eep menjelaskan bahwa survei nasional ini dilaksanakan di 32 provisi, minus Papua dan Papua Barat. Dua provinsi ini tidak disurvei karena alasan teknis semata.

Survei ini secara total melibatkan 2.250 responden dengan menggunakan metode multi stage random, dengan margin error survei ini 2,1 persen.

"Dengan tingkat kepercayaan 95 persen," ungkap Eep.

Selain dihadiri Maruarar, publikasi survei ini juga menghadikan narasumber lain. Yaitu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PAN Edi Soeparno, dan peniliti LIPI Siti Zuhro. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya