Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Kata Fahri, Jokowi Perlu Tiru Trump Yang Banyak Bicara

RABU, 18 OKTOBER 2017 | 08:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden di Amerika Serikat dan Indonesia memiliki perbedaan dalam menyikapi perbincangan ke publik. Di Amerika, Donald Trump hampir setiap hari berbicara saja kerjanya. Sementara di Indonesia, Presiden Joko Widodo lebih banyak kerja ketimbang berbicara.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam akun Twitter @Fahrihamzah, Rabu (18/10).

Dia menjelaskan bahwa di Amerika ada istilah yang menjadi istilah politik umum, yaitu bully pulpit yang menjadi dasar pemimpin Amerika banyak bicara. Kata Bully berarti menggertak, sementara pulpit berarti mimbar.


"Tapi bully pulpit sebagai konsep adalah penggunaan posisi publik yang berpengaruh untuk meyakinkan publik.

Di sini kata Bully bermakna positif. Orang yang memiliki mimbar harus punya kesadaran untuk meyakinkan bangsanya," jelas Fahri.

"Itulah yang setiap hari dilakukan presiden Amerika sehingga mereka bisa meyakinkan bangsa besar untuk berubah," sambung Fahri.

Dalam tradisi presidensialisme Amerika, lanjutnya, ada menteri urusan media yang setiap hari masuk TV dan berbicara. Menteri ini bertugas melayani media sampai puas hingga tidak ada pertanyaan lagi.

"Supaya utuh pesannya. Jadi baik presiden maupun jurubicaranya sangat aktif bahkan agresif untuk bicara. Karena bicara adalah kewajiban utama," jabar Fahri.

Sementara di Indonesia, banyak bicara dianggap kurang baik. Bahkan ada yang bilang banyak bicara berarti tidak ada kerja atau sebatas omong doang.

"Lalu, presiden kita pun menganggap banyak bicara nggak bagus. Semboyannya kerja, kerja, kerja.

"Presiden lupa bahwa dalam kapasitas sebagai presiden dari negara berpenduduk besar dan tersebar bicara itu utama," tutupnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya