Berita

Politik

KIP Perlu Diawasi Ketat Agar Tidak Disalahgunakan

MINGGU, 15 OKTOBER 2017 | 20:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kinerja Presiden Jokowi yang serius melakukan langkah percepatan transformasi bangsa melalui revitalisasi program pendidikan menuai apresiasi.  

Namun begitu, Koordinator Nasional Gerakan Nusantara Berkemajuan Ikhwansyah Nasution menyoroti tentang efektivitas penyaluran dan penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai insentif pendidikan bagi siswa. Pasalnya, hingga hari ini masih penyaluran itu masih dalam tahapan kejar tayang, mengingat persentase penerima dan pencairannya relatif belum merata.

"KIP juga perlu dipertimbangkan kembali efektivitas penggunaannya. Mengingat secara teknis penyaluran KIP ini dilakukan secara charity yang nyaris minim pengawasan dalam hal penggunaannya," ujar Ikhwansyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/10).


Oleh karena itu, Ikhwansyah berharap agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lebih jeli dalam melakukan langkah antisipasi penyelewengan pemanfaatan KIP melalui sistem, yakni perencaaan dan pengawasan yang lebih teraudit dan transparan.

"Dikuatirkan KIP digunakan untuk sesuatu yang tidak ada korelasi dengan keperluan siswa dalam mendukung aktivitas belajar," sambungnya.

Menurut dia, penyalahgunaan KIP banyak terjadi. Namun begitu tidak didengar langkah pencegahan dan pelaporannya. Andai penyalahgunaan dan pembiaran ini massif, tentu program tersebut hanya akan menguras anggaran negara untuk pendidikan tanpa memberikan efek positif bagi efektivitas yang diharapkan.

"KIP sangat banyak membantu dalam meringankan beban operasional yang ditanggung siswa. Oleh karena itu, penggunaannya harus tepat sasaran dan diawasi oleh stakeholder, tentunya tidak hanya dengan nasehat dan arahan, tapi diawasi dengan pola yang dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

"Gerakan Nusantara Berkemajuan siap membantu dan bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dalam melakukan pengawasan penyaluran KIP," tutup Ikhwansyah. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya