Berita

RMOL

Hukum

Saber Pungli Ungkap Suap SK CPNS Pemkab Kaur

SENIN, 17 JULI 2017 | 20:28 WIB

Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu tertangkap tangan Tim Saber Pungli Polda Bengkulu terkait praktik suap dalam penerimaan calon PNS.

Dari tangan Budi Gunawan, PNS yang menduduki jabatan kepala Subbidang Sumber Daya Manusia, Tim Saber Pungli mengamankan uang tunai sebanyak Rp 25 juta. Juga menyita dua buku tabungan dan sejumlah dokumen dari ruang kerja Budi yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Uang suap tersebut merupakan pelicin yang diminta oleh Budi sebagai kompensasi atas Surat Keputusan CPNS bidan dan dokter tidak tetap yang telah dinyatakan lulus menjadi CPNS oleh Kementerian Kesehatan.


Dirreskrimsus Polda Bengkulu Kombes Rafik mengungkapkan, modus yang dilakukan Budi dengan cara meminta sejumlah uang kepada bidan dan dokter tidak tetap agar diangkat menjadi CPNS. Hasil penyidikan sementara, para bidan dan dokter diminta menyetor sedikitnya Rp 30 juta.

"Bidan dan dokter pegawai tidak tetap ini sebenarnya sudah dinyatakan lulus menjadi CPNS oleh Kementerian Kesehatan namun dimanfaatkan oleh oknum-oknum di BKD Kaur untuk menmperoleh keuntungan, dengan modus jika ingin diluluskan dan dikeluarkan SK harus menyetor kisaran Rp 30 hingga Rp 60 juta," jelasnya seperti dikutip RMOLBengkulu.com, Senin (17/7).

Penelusuran polisi mendapati korban penipuan Budi mencapai 99 bidan dan dokter. Dengan jumlah uang yang sudah terkumpul mencapai Rp 440 juta. Hingga saat ini, Polda Bengkulu terus melakukan pengembangan kasus dengan memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Pemkab Kaur.

"Sampai sejauh ini tim masih menelusuri aliran uang tersebut dari mana saja dan nantinya bermuara ke siapa," ujar Rafik.

Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

"Tim kita akan terus melakukan pengembangan atas suap CPNS ini, karena tidak menutup kemungkinan akan tersangka-tersangka baru," tegas Rafik. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya