Berita

Net

Politik

Jokowi Wajib Netral Di Putaran Dua

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 20:52 WIB | LAPORAN:

Kontestasi Pilkada DKI Jakarta putaran dua semakin memanas menjelang pemungutan suara pada 19 April nanti. Pasalnya, masyarakat mengkhawatirkan jika pemerintah pusat bersikap tidak netral dengan mendukung salah satu pasangan calon gubernur yaitu pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot).

"Wajar saja publik mengkhawatirkan ketidaknetralan pemerintah di Pilkada DKI, dan hal tersebut jelas tidak baik bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia. Terkhusus DKI Jakarta yaitu ibu kota yang seharusnya menjadi contoh pilkada bagi daerah lain yang berlangsung secara jujur, rahasia dan adil," jelas pemerhati politik Panji Nugraha kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/4).

Dia menilai, kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Pasalnya ada beberapa faktor keganjilan yang dirasakan publik. Pertama, tidak ditahannya Ahok terkait status terdakwa kasus penistaan agama, bahkan kepolisian dan kejaksaan seolah saling lempar bola panas dalam hal kewenangan.


Kedua, sikap pasang badan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang bersikeras tidak akan memberhentikan Ahok dari kursi gubernur DKI walaupun sudah berstatus terdakwa. Ketiga, partai pengusung Ahok adalah partai yang juga mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 lalu dan mengkukuhkan diri sebagai partai penguasa. Dan terakhir, kedekatan emosional antara Jokowi dengan Ahok yang perlu diklarifikasi oleh Jokowi bahwa dirinya tidak akan berpihak pada putaran dua nanti.

"Secara politik memang sebuah keuntungan besar bagi Jokowi di Pilpres 2019 jika Basuki Purnama menjadi gubernur DKI 2017, pasalnya banyak kalangan yang berpendapat Basuki akan dijadikan cawapres Jokowi. Akan tetapi yang perlu digarisbawahi adalah Jokowi harus berpihak kepada rakyat Jakarta dan menjaga ketidakberpihakan pemerintah kepada salah satu pasangan calon," tegas Panji yang juga direktur eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI). [wah]  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya