Berita

Darmin Nasution/Net

Politik

Darmin Nasution: Revolusi Mental Itu Seperti Apa

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 08:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah hampir 2,5 tahun pemerintahan Presiden Jokowi berjalan, ternyata masih ada menteri yang kurang paham dengan istilah revolusi mental. Padahal revolusi mental merupakan salah satu program unggulan yang dibawa Jokowi mulai kampanye sampai terpilih menjadi presiden.

Menteri yang mengaku tak paham dengan Revolusi Mental itu adalah Menko Perekonomoan Darmin Nasution. Dia mengaku agak bingung dengan sosok bernama revolusi mental itu. Menurut dia, istilah itu masih abstrak. Memang sudah ada yang mencoba merumuskan, tapi bagaimana menjalankan masih gelap gulita. "Kadang saya mikir revolusi mental itu seperti apa?" kata Darmin di kantornya, kemarin.

Istilah revolusi mental sebenarnya bukan istilah baru. Presiden Soekarno sudah mengenalkan istilah itu. Di masa Pilpres 2014, istilah tersebut dimunculkan kembali oleh Jokowi yang saat itu menjadi capres dan kemudian terpilih menjadi presiden. Di tangan Jokowi, istilah itu seperti mantra dan ditawarkan ke mana-mana hingga ke pelosok. Setelah Jokowi menjadi presiden, revolusi mental kemudian diwujudkan dalam sebuah program. Namanya Gerakan Nasional Revolusi Mental. Tak main-main, program itu dijalankan di bawah Instruksi Presiden (Inpres). Inpresnya baru ditandatangani Desember tahun lalu.


Progam itu kemudian diurus dan dieksekusi oleh kementerian di bawah Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Beberapa program yang terdengar dan sempat menjadi kontroversi adalah penayangan iklan dan peluncuran situs web, revolusimental.go.id. Di situs itu segala berkaitan dengan revolusi mental dibahas tuntas.

Tetap saja, bagi Menko Darmin, isitilah revolusi mental belum berbentuk. Abstrak dan masih tak jelas. Keheranan Darmin itu disampaikan saat melantik 8 pejabat eselon II di Gedung Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta. Dalam sambutannya, Darmin memberikan wejangan, teruntuk kepada para pejabat yang baru dilantik. Dia berpesan, pejabat jangan lagi melakukan rutinitas di masa lalu. Harus berubah. Apalagi ada jargon revolusi mental. Sayangnya, menurut bekas Dirjen Pajak itu, jargon itu masih sangat abstrak. Memang sudah ada yang mencoba menyusun nilai-nilainya, tapi bagaimana cara menjalankannya belum ada yang merumuskan. "Saya kadang berpikir revolusi mental itu kayak apa? Lalu ada yang membuat nilai-nilai yang harus dianut. Tapi pertanyaannya, caranya bagaimana?" kata Darmin.

Karena masih abstrak itu, istilah revolusi mental akhirnya hanya sebatas jargon. Sulit diimplementasikan oleh masyarakat karena belum ada metode menjalankannya. Jangankan jargon revolusi mental, ajaran agama yang sudah jelas tata caranya saja masih belum mampu membuat orang menjadi bagus, seperti yang diharapkan agama tersebut.

Darmin pun mencoba menjabarkan revolusi mental di kementeriannya dengan rumusan baru dengan tiga kunci yaitu tekun, cermat dan jujur. Tiga kata kunci itu yang mesti dilakukan para pejabat di kementeriannya. Darmin tidak meminta pejabat untuk berkerja di atas batas kemampuan atau harus punya intelegensia tinggi. Ia hanya minta tekun, cermat dan jujur.

"Kalau itu dilakukan, pasti hasil kerjanya luar biasa," kata Darmin, memberi semangat. Ketekunan, akan membuat hasil kerja para pegawai terus meningkat. Sedangkan cermat artinya kemampuan pegawai untuk mengetahui apabila ada hal yang salah. Adapun jujur adalah modal dasar untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari korupsi.

Pengamat politik dari UI, Said Salahudin tidak heran jika ada orang sekelas menko masih belum paham dengan program revolusi mental. "Ini artinya program revolusi mental masih belum dapat dilaksanakan optimal. Akhirnya istilah revolusi mental hanya sebatas jargon belaka," kata Said, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam. Menurut dia, Darmin termasuk menteri yang polos dan jujur mengatakan secara terbuka mengenai program itu apa adanya. Dia menduga masih ada banyak menteri lain yang sebenarnya tak paham dengan istilah revolusi mental. Hanya saja mereka jaim atau malu untuk mengungkapkannya.

Sementara, Romo Benny Susetyo, pengusung gagasan yang juga penulis opini Revolusi Mental mengatakan, sebenarnya tak perlu bingung dengan istilah revolusi mental. Inti revolusi mental adalah perubahan perilaku dan sikap, perbaikan etos kerja keras, disiplin dan transparan. Selama kementerian menjalankan program ke arah sana, artinya sudah menjalankan program revolusi mental. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya