Berita

RMOL

Politik

Ketahanan Keluarga Benteng Kuat Membendung Radikalisme

RABU, 05 APRIL 2017 | 21:31 WIB | LAPORAN:

Komisi VIII DPR RI merasa khawatir dengan maraknya kekerasan, konflik, dan polemik di tengah masyarakat yang terjadi belakangan ini. Semakin dikhawatirkan karena keberagaman etnis, agama, dan budaya yang seharusnya menjadi kekayaan bangsa malah menjadi sumber kekerasan, diskriminasi, dan konflik.

"Parahnya lagi kasus kekerasan, konflik dan polemik tersebut tidak jarang menggunakan simbol-simbol agama atau identitas sosial lainnya. Jika ini tidak terselesaikan dengan baik, ke depan akan mengancam keharmonisan dan integrasi bangsa," jelas anggota Komisi VIII Dwi Astuti Wulandari dalam diskusi bertajuk 'Pluralism in the Middle of Religion Fundamentalism in Indonesia Community Level' yang digelar Divisi Hubungan Luar Negeri Partai Demokrat di Jakarta (Rabu, 5/4).

Untuk mengatasi masalah, politisi muda Demokrat itu mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan ketahanan keluarga. Di mana, keluarga harus menjadi sentral transformasi tata nilai yang baik mengenai keberagaman yang dimiliki Indonesia.


"Dengan ketahanan keluarga yang baik akan lahir generasi yang terbuka, tidak fanatik sempit, dan menghargai perbedaan," kata Dwi.

Dari sisi ini, peran perempuan atau ibu menjadi sangat penting. Perempuan bisa memberikan pendidikan tentang kemajemukan dan keterbukaan pikiran kepada anak sejak dini di level rumah tangga. Dwi juga berharap para perempuan dan ibu mampu memahami hal tersebut. Sebab, anak-anak yang tidak mempunyai sikap terbuka terhadap kemajemukan sangat rentan terhadap indoktrinasi menyimpang.

Dwi menekankan pentingnya pemahaman nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 di kalangan keluarga. Dengan pemahanan nilai-nilai tersebut secara baik, dia yakin penyebaran paham radikal bisa ditekan sekecil mungkin. Selain juga meminta agar pemerintah lebih perhatian.

"Mudahnya penyebaran paham-paham radikal yang terjadi selama ini salah satunya karena negara kurang peka terhadap ketimpangan di masyarakat. Kemudian muncullah kekecewaan. Dalam kondisi itu, masyarakat sangat rentan dipengaruhi," beber Dwi.

Dari sisi perlindungan, aparat keamanan dituntut semakin sigap dalam mengantisipasi berkembangnya gerakan radikal. Aparat tidak boleh kecolongan dengan aksi teror yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

"Alat negara harus tampil di garda terdepan dalam memberi jaminan dan perlindungan bagi masyarakat. Aparat tidak boleh melakukan pembiaran, siapapun pelakunya," demikian Dwi. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya