Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

PILKADA JAKARTA

Anies Diminta Hentikan Kelompok Pendukung Mainkan Isu Jakarta Bersyariah

RABU, 05 APRIL 2017 | 16:57 WIB | LAPORAN:

Isu Jakarta bersyariah yang ramai belakangan ini, muncul karena sebelumnya Anies Baswedan terkesan membiarkan kelompok-kelompok di barisan pendukungnya yang kerap memunculkan isu agama di Pilkada Jakarta 2017.

Hal itu seperti diutarakan pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Usman saat dikontak, Rabu  (5/4).

"Selama ini kita tidak pernah mendengar statement Mas Anies menyetop kondisi (isu agama) demikian. Atas nama pragmatisme politik dan sekedar memanjakan kepentingan kelompok-kelompok pendukungnya, hanya untuk sekadar menang,” jelasnya.


Pembiaran tersebut, menurut Airlangga, justru membuat batasan-batasan, hubungan-hubungan sosial di masyarakat, dan berpotensi memecah belah dan tidak baik untuk memajukan demokrasi.

"Kita ingin kan Jakarta menjadi Jakarta yang selain pemerintahnya berkomitmen terhadap keadilan, juga berkomitmen terhadap keadaban, nilai toleransi,” jelasnya.

Anies, kata Airlangga, justru blunder apabila tetap melakukan pembiaran terhadap isu tersebut dimainkan oleh para pendukungnya. "Ya blunder. Blunder dalam artian bahwa dia akan tercatat menjadi tokoh politik yang kemudian mengesampingkan komitmen awal dia tentang kebhinekaan dan tenun kebangsaan,” terangnya.

Isu penerapan syariat islam di Jakarta, kembali ramai diperbincangkan setelah beredar spanduk Jakarta Bersyariah di berbagai titik di Jakarta Senin 3 April 2017 lalu.

Beredarnya spanduk tersebut telah dibantah oleh pasangan Anies-Sandi dan tim suksesnya. Anies dan timsesnya menyatakan spanduk tersebut adalah fitnah yang terstruktur dan massif. Spanduk-spanduk tersebut langsung dicopot oleh tim dan relawan Anies-Sandi.

Namun, dalam berbagai kesempatan klarifikasi, meski membantah membuat spanduk bahkan mengatakannya sebagai fitnah dan membuat laporan, baik Anies maupun Sandi tidak pernah menyatakan secara tegas mereka menolak wacana penerapan syariat Islam di Jakarta. Hal ini yang memunculkan kekecewaan dan rasa was-was di masyarakat. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya