Berita

Net

Politik

Legislator: Anggota Dewan Jangan Menambah Panas Pilkada DKI

SELASA, 28 MARET 2017 | 02:10 WIB | LAPORAN:

Tahapan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tengah berlangsung. Masing-masing kandidat berkampanye hingga pelosok ibu kota untuk meraih hati masyarakat. Pendukung para kontestan pun tidak mau ketinggalan, sebab tak sedikit yang bermusuhan hanya karena beda pilihan.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Abdul Aziz Khafia mengimbau para pejabat publik tidak ikut serta ambil posisi dalam gelara pilkada.

"Pejabat publik tidak usah ikut ke kiri dan ke kanan. Makin panas nanti situasinya," ujarnya di Jakarta, Senin (27/3).


Menurut Aziz, para anggota legislatif, baik MPR, DPR maupun DPD mampu menahan diri dan membuka cakrawala berpikir. Imbauan tersebut disampaikan langsung kepada anggota dewan yang berasal dari partai pendukung pasangan calon gubernur DKI.

"Bukan berarti anggota partai harus kehilangan nurani dan ideologinya. Partai hanya alat," bebernya.

Aziz juga meminta para pejabat memahami bagaimana sensitifnya Pilkada DKI 2017 ini. Pejabat yang ikut serta memanaskan panggung pilkada dengan isu agama dinilainya harus mendapat teguran.

Sebagaimana diketahui, masa kampanye putaran dua Pilkada DKI berlangsung 7 Maret sampai 15 April. Keesokan harinya, yakni 16-18 April akan menjadi masa tenang. Dan pemungutan suara akan dilakukan pada 19 April.

Di masa kampanye, masing-masing partai pendukung pasangan petahana nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan pasangan nomor tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) mulai mengerahkan massa. Para petugas partai tersebut menginstruksikan seluruh kader di seluruh Indonesia yang menjadi anggota DPRD datang ke Jakarta. Meski tak lazim namun tindakan semacam itu diklaim sebagai bentuk solidaritas partai untuk Pilkada DKI. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya