Berita

Foto: Repro

Politik

Kader PDIP Pencopot Spanduk Anies-Sandi Minta Maaf

SENIN, 27 MARET 2017 | 20:53 WIB | LAPORAN:

Spanduk resmi pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, dicopot paksa kemudian dibuang ke saluran got pada Minggu (26/3) dini hari kemarin sekitar pukul 00.45 WIB.

Pelakunya adalah Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pademangan, Hasto Widodo. Tindakan kader PDIP tersebut disaksikan oleh masyarakat sekitar, dan di antaranya ada pendukung Anies-Sandi.

Ketua Forum RT/RW Pademangan, Andi Pane menyayangkan Hasto sampai berbuat seperti itu.


"Jelas itu tidak baik ya," kata Andi Pane, Senin (27/3).

Menurut dia, kasus ini telah diproses oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pademangan. Hasto sendiri sudah meminta maaf kepada relawan Anies-Sandi dan spanduk tersebut dipasang kembali.

"Kan sebelumnya dicopot lalu dibuang ke comberan. Tapi, sudah diambil kembali dan dipasang serta dicuci dengan Hasto sendiri," terang Andi.

Ia pribadi memang berteman baik dengan Hasto yang juga diketahui tim pemenangan Ahok-Djarot. Tapi, proses hukum harus terus berjalan.

"Masyarakat Pademangan sudah memaafkan. Namun, hukum tetap lanjut," tegasnya.

Adapun isi perjanjian yang ditandatangani antara Hasto dengan relawan Anies-Sandi disaksikan Yuswandi, Maridja dan Soleh dari Panwascam serta Iptu Iwan Suhendar selaku Kanit Intel Polsek Metro Pademangan sebagai berikut:

1. Hasto widodo mundur sebagai ketua timses dan saksi di tingkat Kecamatan.

2. Hasto Widodo tidak akan terlibat dalam semua aksi pemenangan maupun kampanye sampai Pilgub berakhir.

3. Hasto Widodo secara pribadi akan memasang kembali spanduk tersebut di tempat semula.

4. Hasto Widodo meminta maaf kepada seluruh relawan Anies-Sandi dan masyarakat RW 06 Kel Pademangan Barat. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya