Berita

Bambang Soesatyo/Net

Politik

Golkar Tidak Akan Tumbang Gara-gara Kasus e-KTP

MINGGU, 26 MARET 2017 | 19:11 WIB | LAPORAN:

Kasus e-KTP memang menjadi ujian tersendiri bagi Partai Golkar. Namun begitu, Golkar tidak akan tumbang gara-gara kasus tersebut.

"Eksistensi Partai Golkar akan selalu terjaga. Partai berlambang pohon beringin ini tak akan pernah terbelah. Ibarat beringin yang usianya mencapai ratusan tahun, Partai Golkar pun akan selalu mengawal perjalanan sejarah NKRI, kini hingga dekade-dekade mendatang," ucap Ketua Pemenangan Pemilu DPP Golkar Bambang Soesatyo kepada wartawan, Minggu (26/3).

Bagi pria yang kini duduk sebagai Ketua Komisi III DPR tersebut, desas-desus desakan Munaslub akibat kasus e-KTP yang dihadapi Golkar saat ini tak lebih dari sebuah ujian zaman.


Sebab, di tubuh partai politik selalu ada masalah dan sarat kepentingan kelompok. Bukan hanya Golkar, di partai lain juga sama. Bambang pun memastikan, semua elemen di Golkar tetap kompak.

"Sepekan terakhir, marak berita dengan tema ‘Golkar mulai terbelah’ akibat tsunami kasus e-KTP. Bahkan, ada penggosip yang bilang sudah muncul tiga faksi: yaitu faksi lantai 3, faksi lantai 12, dan faksi Bakrie Tower. Padahal, kami, baik di DPP (Slipi) maupun di Fraksi (Senayan) kompak saja. Ada riak-riak, tapi itu tidak berarti," terangnya.

Kata Bambang, semua elemen di Golkar sepakat untuk tetap menjaga dan menomorsatukan keutuhan partai.

"Kami telah lelah pada pertikaian tajam yang berkepanjangan yang pernah dialami partai ini," ujarnya.

Bambang kemudian memuji kepemimpinan Setya Novanto dalam membesarkan Golkar. Sebelumnya, banyak komentar pengamat yang menyebut, di bawah kepemimpinan Novanto Golkar akan redup. Golkar pun diprediksi tak mampu berbuat banyak pada Pemilu 2019.

"Faktanya, di bawah kepemimpinan Setya Novanto Partai Golkar memenangi pertarungan 101 Pilkada serentak 2017, atau hampir 60 persen," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya