Berita

Net

Politik

Soal Anggota KPU, Golkar Mau Parpol Usulkan Nama

SABTU, 25 MARET 2017 | 00:16 WIB | LAPORAN:

Rapat konsinyering antara DPR RI dan pemerintah memutuskan bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu tidak boleh berasal dari partai politik.

Namun, anggota Fraksi Partai Golkar Rambe Kamarul Zaman masih berusaha agar ada warna partai di KPU dan Bawaslu. Dia menginginkan, minimal partai bisa mengusulkan anggota KPU dan Bawaslu.

Rambe menjelaskan, pengusulan anggota KPU dan Bawaslu dari partai sudah diterapkan di Jerman, negara yang dikunjungi Pansus RUU Pemilu. Katanya, di negara maju tersebut, partai bisa mengusulkan orang untuk duduk di KPU dan Bawaslu. Tapi, orang yang diusulkan tidak berarti harus dari partai.


"Syaratnya hampir sama dengan kita. Misalnya, lima tahun nonaktif dari partai atau berasal dari kalangan kampus/akademisi. Jadi, ini memang menjadi salah satu pertimbangan," jelasnya di komplek parlemen, Jakarta, Jumat (24/3).

Bagi Rambe, pertimbangan tersebut tidak masalah. Fraksi Golkar pun mempersilakan opsi tersebut dibuka dalam pembahasan RUU Pemilu. Menurutnya, yang paling penting bagi KPU dan Bawaslu adalah mandiri dan independen dalam menyelenggarakan pemilu.

"Dulu kan di Pemilu 1999 ada unsur parpol dan pemerintah. Cuma, saat itu memang Pemilu kita baru tahapan konsolidasi. Sekarang, perlu kita pikirkan juga kalau di negara lain seperti Meksiko, ada anggota KPU dari parpol," bebernya.

Dia pun berharap publik tidak buru-buru menolak pelibatan parpol dalam pencalonan anggota KPU. Alasannya, dalam sistem Pemilu, KPU hanyalah penyelenggara.

"Menurut saya, harus cari alternatif. Seperti boleh dicalonkan dari partai asalkan non aktif minimal lima tahun. Tapi, tidak boleh berlatar belakang partai, bisa bahaya," kata Rambe.

Saat ini, pembahasan tersebut masih terus dikaji di Komisi II. Dalam pembahasan tersebut juga mengemuka wacana penambahan anggota KPU dari tujuh orang menjadi 11. Penambahan tidak hanya di pusat, juga di daerah. Penambahan akan dilakukan karena kerja KPU saat ini dipandang lebih berat dibanding periode lalu. Sebab, di 2019 nanti, pemilu akan dilakukan secara serentak antara pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden.

"Cuma ini pembicaraan masih panjang. Mudah-mudahan mengerucut alternatif lain," ujar Rambe yang juga anggota Komisi II DPR. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya