Berita

GMPG/rmol

Politik

Generasi Muda Golkar: Novanto Harus Nonaktif, Setelah Tersangka Segera Munaslub!

JUMAT, 24 MARET 2017 | 18:06 WIB | LAPORAN:

Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) mendesak agar Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dinonaktifkan.

Menurut Ketua GMPG, Ahmad Doli Kurnia, desakan itu mengemuka dalam rapat konsolidasi dan reuni dengan tema "Selamatkan Partai Golkar" di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jum'at (24/3).

"(Penonaktifan Novanto) inilah yang nanti akan kami diskusikan terus, partai harus diselamatkan dari tuduhan-tuduhan e-KTP secara institusi (Partai Golkar)," kata Doli


Tak hanya desakan penonaktifan, dalam rapat juga dibahas jika nanti Novanto dijadikan tersangka dalam kasus e-KTP, maka legislator asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu harus segera diganti secara permanen. Pihaknya pun kata Doli akan dengan sigap mendorong para pemangku kepentingan untuk segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih puncak beringin yang baru.

"Apabila dalam proses nanti Novanto menjadi tersangkakyang akan ditetapkan KPK, kami akan minta semua stake holder Partai Golkar, mengimbau untuk melaksanakan Munaslub, sehingga Golkar segera bisa hadapi agenda-agenda politik ke depan. Kalau berlama-lama ini kan berdampak pada institusi Partai Golkar," tegas Doli.

Langkah penonaktifan ataupun mencari segera pemimpin baru jika Novanto tersangka kata Doli semata-mata untuk menyelamatkan partai berlambang pohon beringin itu.

"Bahwa nama-nama yang masuk tidak bisa memisahkan Partai Golkar. Jalan terbaik adalah Partai Golkar harus memiliki pemimpin baru baik sementara atau permanen," pungkas Doli.

Hadir dalam rapat tersebut, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Indra J Piliang dan Lamhot Sinaga, Ketua Depinas SOKSI Fattah Ramli, Sekjen DPP KNPI Sirajuddin Abdul Wahab dan beberapa tokoh muda Partai Golkar lainnya.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya