Berita

GMPG/rmol

Politik

Generasi Muda Golkar Minta Setya Novanto Cs Urus Sendiri Kasus Korupsinya

JUMAT, 24 MARET 2017 | 17:34 WIB | LAPORAN:

Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menegaskan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Ketua Umum Partai Setya Novanto jelas merugikan partai berlambang pohon beringin itu.

Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia mengatakan jika tidak ditangani dengan cara yang tepat maka Pemilihan Legislatif dan pemilihan presiden pada tahun 2019 nanti tak akan berpihak pada partai Golkar.

"Ini tidak menguntungkan. Partai jadi bulan-bulanan, orang bicara e-KTP identik dengan Golkar. Ini tidak menguntungkan menjelang pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019. Bayangkan saja di pesidangan tipikor ada yang menyimpulkan bahwa proyek e-KTP milik Golkar," kesal Doli saat rapat konsolidasi dan reuni bertema "Selamatkan Partai Golkar" di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jum'at (24/3).


Untuk itu, pihaknya kemudian meminta semua stakeholder Golkar untuk ikut memikirkan nasib partai kedepannya. Pihaknya sudah merencanakan akan melakukan safari pertemuan ke sesama anak muda, para dewan-dewan, Dewan Pakar, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan tokoh-tokoh senior Golkar lainnya.

"termasuk Pak Jusuf Kalla, mungkin juga Pak Setya Novanto, bagaimana kita supaya keluar dari masalah ini," tegas Doli

Menurut Doli, Golkar harus berhasil membersihkan citra dan namanya di tengah masyarakat. Kalaupun ada nama Setya Novanto dan beberapa politisi lainnya seperti Ade Komaruddin atau Agun Gunanjar dan Khairuman Harahap, Golkar kata Doli harus bisa meyakinkan publik jika itu merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak melibatkan institusi.

"Tidak ada hubungannya. Nama-nama yang disebut, silahkan urus secara pribadi. Mereka harus memikirkan nasib Partai Golkar ke depan supaya tidak terbawa masalah e-KTP yang berlarut. Kalau sepakat mau memisahkan masalah ini," tegas Doli.

Hadir dalam rapat tersebut, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Indra J Piliang dan Lamhot Sinaga, Ketua Depinas SOKSI Fattah Ramli, Sekjen DPP KNPI Sirajuddin Abdul Wahab dan beberapa tokoh muda Partai Golkar lainnya.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya