Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Proteksi Penguasa Terhadap Ahok Semakin Merajalela

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 14:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Proteksi penguasa terhadap Ahok semakin eskalatif dan merajalela. Setelah Polri yang secara terang-terangan melindungi Ahok, sekarang aparat dan kelompok yang lain mulai dikerahkan dengan sasaran serangan yang melebar kemana-mana.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (31/1).

Dalam dimensi pilkada, jabarnya, karena elektabilitas para kompetitor Ahok semakin hari terus meningkat, maka dicari-cari kelemahan mereka. Isu pembangunan masjid dan dana hibah direkayasa buat Sylviana Murni.


"Bahkan saking membabi butanya, dana hibah pun tersebut sebagai dana bansos pada awal pemanggilannya. Beberapa hari terakhir giliran Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diutak-atik. Soal kekayaan Sandi dan "kasus dadakan" Anies tiba-tiba ada yang melapor ke KPK," ujarnya.

Sementara pada dimensi politik makro, rezim ini telah mengambil langkah politik berlebihan. Dengan teori "musuh lawan adalah teman kita", maka Antasari pun diberi grasi dan dijadikan "kuda catur" yang siap memakan lawan politik.

"Terutama kelompok Cikeas, yang dalam jangka pendek juga berguna melemahkan Agus Harimurti di Pilkada DKI," sambung mantan ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Menurut Doli, Jokowi saat ini sedang melanggengkan kebiasaan dendam antar rezim yang mengaburkan makna rekonsiliasi antar elit.

"Alih-alih tidak mengulangi sikap tidak bersahabatnya Presiden Megawati terhadap Presiden SBY, malah Jokowi mengemukakan sikap menyerang terhadap rezim sebelumnya," sambungnya

Selain itu, saat ini kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh agama dilakukan seperti tanpa beban.

"Habib Rizieq, Ustadz Bachtiar Nasir, Munarman, dan entah siapa lagi berikutnya, semua dicari-cari dan dibuat-buat kelemahan dan kesalahannya," sambungnya.

"Sementara si penista agama Islam dibela, dikawal ketat, dan diberikan kesempatan terus untuk terus menyakiti ummat Islam dengan ocehannya. Ibarat perang, penguasa saat ini sudah hampir mengeluarkan semua amunisinya, pistol, bayonet, senapan, granat, dan peluru kendali," pungkas Doli. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya