Berita

Foto/Net

Politik

Cerita Prabowo Menghindari Matematika Dan Masuk Infanteri

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 06:25 WIB | LAPORAN:

. Ketua Umum DPP Partai Gerindra Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto menceritakan keputusannya masuk ke pendidikan militer.

Menurut pengakuannya, dia ingin menjadi tentara nasional Indonesia (TNI) untuk menghindari pelajaran matematika.

"Tapi ternyata di TNI juga ada matematika. Malah lebih sulit. Makanya saya dimasukin ke satuan infanteri," kenang Prabowo saat menjadi jurukampanye Anies-Sandi di GOR Soemantri, Jakarta Selatan, Minggu (29/1).


Bicara soal infanteri, Prabowo pun menjeslakan jika satuan TNI AD terbagi dua. Selain Satuan Infanteri ada Satuan Zeni. Dua satuan ini memberi garis tegas soal prajurit yang pintar dan pas-pasan.

"Yang pinter itu masuk Zeni, yang pas-pasan masuk Infanteri. Nah, saya masuk Infanteri karena otak saya pas-pasan," kata Prabowo disambut tawa peserta kampanye.

Namun mantan Danjen Kopasus itu mengaku bahwa tidak ada satu pun penyesalan yang dia rasakan setelah masuk Infanteri.

"Tapi yang Infanteri inilah yang banyak jadi jenderal," demikian Prabowo. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya