Berita

Habib Rizieq/Net

Nusantara

Dianggap Simbol Perpecahan, Habib Rizieq Ditolak Warga Surabaya

JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 06:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi penolakan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab semakin marak di sejumlah daerah. Terakhir, Habib Rizieq mendapat penolakan dari masyarakat Surabaya, Jawa Timur.

Penolakan di Surabaya dilakukan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama dan Kebhinnekaan (FKUB), yang menggelar aksi penolakan di Masjid Al-Falah Surabaya dan di Polda Jatim pada Kamis (26/1).

Aksi digelar secara damai. para demonstran membawa atribut Merah Putih dan lambang Garuda, sebagai simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Mereka menolak kehadiran Habib Rizieq di Surabaya karena dianggap telah menjadi simbol perpecahan umat.


"Kenapa kami menolak Rizieq untuk hadir di Surabaya? Itu karena Rizieq sudah menjadi simbol adanya perpecahan umat beragama di Indonesia," terang salah satu peserta aksi, Sukadar seperti diberitakan JPNN, Jumat (27/1).

Sukada mengklaim, aksi penolakan terhadap Habib Rizieq ini telah mewakili masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan.

"Di Jawa Timur semua sudah sepakat untuk menolak ormas yang dianggap intoleran dan memecah belah NKRI. Kami hanya ingin kerukunan itu saja," tegasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya