Berita

Politik

Ketua KNPI Sumut: Penuduh Islam Anti Kebhinnekaan Adalah Komunis

RABU, 25 JANUARI 2017 | 11:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di tengah kegaduhan sosial dan politik di Indonesia, terdapat indikasi dari pihak-pihak yang ingin membenturkan Islam dengan Indonesia. Kesan umat Islam anti Pancasila, anti Kebhinnekaan, hingga anti NKRI merupakan salah satu indikasi dari pembenturan tersebut.

Menurut penilaian Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara (Sumut) Sugiat Santoso indikasi-indikasi tersebut merupakan perbuatan dari para komunis yang saat ini eksis di Indonesia.

"Pihak yang menuduh Islam ataupun umat Islam itu anti kebhinnekaan, anti Pancasila, sampai anti NKRI adalah komunis,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (25/1).


Dijelaskan Sugiat bahwa penilaiannya tersebut didasarkan pada sejarah pergerakan kelompok komunis yang sempat berjaya dan mengakar di Indonesia.

Saat itu, kelompok Komunis kerap membenturkan Islam dengan Indonesia seperti memfitnah ulama, menuduh umat Islam ingin membuat pemberontakan dan sebagainya.

Bisa kita lihat dari sejarah kelompok PKI sewaktu berjaya di Indonesia. Dulu antek komunis selalu mengadu domba Indonesia dengan Islam. Mereka fitnah ulama, mereka fitnah ummat Islam sebagai pihak yang anti NKRI,” jelas Sugiat.

Lebih lanjut, Sugiat mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam yang ada di Indonesia untuk selalu waspada akan keadaan ini.

Umat Islam harus siap menghadapinya. Jangan sampai kalah dengan komunis. Umat Islam adalah pihak yang paling berperan menjaga keutuhan NKRI sampai saat ini,” demikian Sugiat. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya