Berita

Sukmawati/Net

Politik

Tolak Mediasi, Sukmawati Justru Sarankan Habib Rizieq Berguru Ke Said Aqil

SELASA, 24 JANUARI 2017 | 07:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri enggan bermediasi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dalam kasus dugaan penghinaan Pancasila.

Menurutnya, ucapan Rizieq telah menghina dan melukai masyarakat, untuk itu masalah tersebut harus diselesaikan sesuai proses hukum yang berjalan.

"Enggak ada mediasi, soalnya berjalan disesuaikan secara hukum," ujar adik kandung Megawati Soekarnoputri itu di sela perayaan ulang tahun Megawati ke-70 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/1).


Dalam kesempatan itu, Sukma bahkan menyebut Habib Rizieq tidak layak disebut sebagai ulama karena dianggapnya selalu menyebarkan kebencian kepada umat.

Ketua umum Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme itu bahkan meminta Habib Rizieq untuk berguru terlebih dahulu ke Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

"Penilaian saya, dia gak berakhlak, dia mesti belajar ke ketua umum PBNU, bagaimana menjadi ulama santun dan damai," sambung Sukma.

Sebelumnya, Sukma melaporkan Rizieq ke Mabes Polri atas pidato yang dinilai menghina Pancasila. Dalam pidato Habib Rizieq yang viral, Rizieq menyebut bahwa sila ketuhanan dalam Pancasila versi Soekarno ada di pantat. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya