Berita

AHY/Net

Politik

Berbasis Tentara, AHY Lebih Dipercaya Jaga Keberagaman Jakarta

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 09:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di kalangan non muslim, calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang dipercaya mampu merawat keberagaman di DKI Jakarta.

Namun begitu, hal ini berbanding terbalik dengan pendapat seluruh pemilih Jakarta, dengan populasi pemilih muslim 85 persen, yang justru menempatkan Ahok di urutan buncit.

Begitu kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (23/1).
Dijabarkan Denny, berdasarkan hasil survei yang dirilis LSI pada bulan ini, masyarakat Jakarta justru menaruh kepercayaan menjaga keberagaman Jakarta kepada calon gubernur DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dijabarkan Denny, berdasarkan hasil survei yang dirilis LSI pada bulan ini, masyarakat Jakarta justru menaruh kepercayaan menjaga keberagaman Jakarta kepada calon gubernur DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Yang dipercaya lebih mampu merawat keberagaman Jakarta justru Agus dengan 30,5 persen, Anies dengan prosentase 24,5 persen, dan Ahok justru nomor buncit dengan 15,2 persen. Sementara yang tidak menjawab atau belum menjawab 29,8 persen," ujarnya.

Penggagas Indonesia Tanpa Diskriminasi itu menjelaskan, kasus Ahok yang kini menjadi terdakwa penistaan agama membuatnya kehilangan kepercayaan mayoritas pemilih Muslim bahwa ia mampu merawat keberagaman.

"Agus yang basisnya tentara, merah putih, lebih dipercaya mampu merawat keberagaman Jakarta. Itu sebabnya mengapa upaya menjadikan Ahok simbol keberagaman Jakarta selalu ditolak mayoritas pemilih Jakarta," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya