Berita

Twitter SBY/Net

Politik

SBY: Ya Allah, Negara Kok Jadi Begini?

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 15:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Maraknya informasi bohong atau hoax di media sosial turut menjadi perhatian Presiden ke-VI Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam akun jejaring sosial pribadi Twitter @SBYudhoyono, ketua umum Partai Demokrat ini bertanya kepada Tuhan, mengapa carut-marut terjadi di negeri Indonesia semenjak dirinya tak lagi menahkodai pemerintahan.

Saat ini, lanjut presiden yang memimpin Indonesia selama 10 tahun tersebut, negeri ini sudah dikuasai oleh para juru fitnah dan penyebar informasi hoax.


Ia bertanya kepada Tuhan, kapan rakyat yang menang meraih kemenangan di negeri ini.

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar "hoax" berkuasa dam merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?," ujar orang tua dari calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Cuitan ini di akhiri dengan tanda SBY yang diapit tanda bintang (*). Artinya, kicauan itu ditulis langsung oleh SBY, bukan staf pribadinya. Cuitan ini sudah dikicau ulang sebanyak 910 kali dan sebanyak 629 netizen menyatakan suka. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya